Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur Dua Pelaku Masih Berkeliaran

Aparat Polsek Malaka Tengah belum berhasil mengamankan kedua pelaku yang berstatus pelajar itu.

Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur Dua Pelaku Masih Berkeliaran
ILUSTRASI
Korban cabul 

POS KUPANG.COM, BETUN - MS dan F, pelaku pencabulan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya), Rabu (16/11/2016) lalu, masih buron.

Aparat Polsek Malaka Tengah belum berhasil mengamankan kedua pelaku yang berstatus pelajar itu.

Hal ini diungkapkan Kapolsek Malaka Tengah, Iptu Frid Mada di ruang kerjanya, Selasa (29/11/2016). Dirinya menduga MS dan F menjadi otak dari kasus pencabulan yang dilakukan oleh 4 orang pelaku ini. Pasalnya dari pemeriksaan terhadap I dan FN, keduanya mengaku diajak oleh F dan MS untuk pergi ke kamar Bunga dan melakukan pencabulan melalui celah dinding yang terbuat dari bebak.

"Keduanya mengaku tidak memiliki hubungan yang spesial dengan korban. Keduanya hanya mengkuti ajakan F dan MS untuk mencabuli Bunga," ujar Frid.

Kedua pelaku, FN dan I tidak ditahan, karena masih berstatus anak dibawah umur dan berjanji tidak akan melarikan diri. Guna memburu F dan MS, aparat Polsek Malaka Tengah telah mencari kedua pelaku hingga ke rumah orangtua di kampung, namun tak menemukan keduanya.

Aparat kepolisian meminta kerja sama dari keluarga kedua pelaku untuk koperatif dalam kasus ini. Frid berharap pihak keluarga secara sukarela mengantarkan kedua pelaku ke kantor polisi untuk diproses.

"Kita sudah koordinasi dengan pihak sekolah dan orangtua agar menyerahkan anaknya apabila ditemukan. Kita sudah sisir kampung ke dua pelaku, namun tidak menemukan jejak keduanya," kata Frid.

Kepala SMA Sinar Pancasila, Debora Bulu mengaku kaget mendengar kasus pencabulan itu. Dirinya langsung memanggil orangtua pelaku dan korban untuk menyelesaikan masalah itu. Namun pihak keluarga korban memilih jalur hukum.

" Karena pihak keluarga memilih jalur hukum maka kita serahkan seluruhnya kepada pihak kepolisian," ujar Debora.
Dirinya mengaku, selama ini keempat pelaku dikenal sebagai anak baik. Sedangkan korban dikenal sebagai anak yang pendiam dan penyendiri. Ia mengaku akan segera melakukan rapat koordinasi dengan pihak yayasan untuk menentukan sangsi terhadap para pelaku.

"Saya tidak memutuskan sendiri, harus berkoordinasi dengan pihak yayasan. Soal dikeluarkan atau tidak, kita lihat keputusan yayasan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, entah setan apa yang merasuki 4 bocah di bawah umur, FN (16), I (16), MS (16) dan F (16) hingga nekat mencabuli Bunga (18) yang merupakan teman sekolah dan asrama mereka sendiri. Usai mencabuli korban, keempatnya mengancam akan berbuat nekat jika Bunga menceritakan hal itu kepada orang lain.

Kisah tragis ini terjadi pada Rabu (16/11/2016) malam, sekitar pukul 21.00 Wita hingga pukul 03.00 Wita di asrama Gronto tempat tinggal Bunga. Bunga yang sedang tidur pulas usai belajar, kaget terbangun karena merasa ada yang memegang bagian

"intimnya". Saat Bunga membuka mata, dirinya melihat ada beberapa pasang tangan yang sedang memegang tubuhnya.(din)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved