Mantan Petinju Indonesia Chris John Turun Gunung

Nyaris satu dekade sabuk juara kelas bulu WBA melingkar di pinggangnya. Derrick Gainer berusaha merebut sabuk tersebut pada 2005, namun kandas.

Mantan Petinju Indonesia Chris John Turun Gunung
ISTIMEWA
Chris John berpose dengan sejumlah petinju yang berpartisipasi dalam Indonesian Boxing Championship (IBC). 

Niscaya, bila mendapat dukungan dari banyak sponsor dan para pihak terkait, Chris bercita-cita menjangkau semua kelas. Nantinya, para juara di ajang ini akan diorbitkan ke jenjang lebih tinggi, bahkan bukan tak mungkin hingga ke tingkat dunia.

Bagi Chris cara yang ditempuhnya itu merupakan langkah kecil untuk mencetak juara dunia baru. Sekaligus membuka keran mandeknya prestasi tinju tanah air yang disinyalir tersebab pola pembinaan yang kurang diperhatikan.

"Menurut saya, enggak ada pembinaan yang berkelanjutan. Era tinju kita turun naik. Kadang naik kadang turun. Kalau naik bisa temukan juara-juara. Kalau turun susah temukan petinju berprestasi. Padahal usia petinju enggak lama sebenarnya," tuturnya.

Menurutnya Indonesia masih menjadi lumbung petinju hebat. Sejauh ini bakat-bakat potensial dari wilayah Indonesia Timur belum dijaring sepenuhnya. Padahal, bila merunut sejarah, juara dunia pernah lahir dari wilayah tersebut.

"Saya pikir banyak sekali petinju. Kita belum menjangkau teman-teman di bagian Indonesia Timur. Saya yakin banyak talenta-talenta bagus di sana. Kita lihat sejarah. Ada Ellyas Pical. Kalau kita bisa menggali, memolesnya dan mengarahkan menjadi juara, saya yakin kesempatan itu terbuka," lanjutnya.

Dia berharap program yang tengah dibangun ini terus berjalan dan berumur panjang. IBC Kompas TV tak ubahnya oase di tengah iklim kompetisi dan pertandingan tinju di tanah air yang minim. Padahal, menurut Chris, salah satu prasyarat untuk mencetak juara dunia adalah pola pembinaan berkelanjutan dengan event pertandingan yang rutin dan terarah.

"Selain itu, perlu ada promotor atau manajemen (yang) bisa selalu aktif mengarahkan petinju ke jenjang yang lebih baik," ujar Chris.*

Editor: Hyeron Modo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved