Pria Terduga Teroris ini Tikam Karyawati Biara Katolik di Perancis Hingga Tewas

Seorang pria terduga teroris menikam seorang karyawati hingga tewas setelah menyatroni biara khusus

Editor: Rosalina Woso
EPA
Polisi bersiaga di biara khusus untuk menampung para pensiunan misionaris Katolik di Montferrier-sur-Lez, Perancis selatan, menyusul serangan pada Kamis, 24 November 2016. 

POS KUPANG.COM, PARIS -- Seorang pria terduga teroris menikam seorang karyawati hingga tewas setelah menyatroni biara khusus untuk menampung para pensiunan misionaris Katolik di Perancis selatan, Kamis (24/11/2016) malam atau Jumat (25/11/2016) dini hari WIB.

Jaksa setempat mengatakan, pria pelaku masuk biara khusus untuk misionaris tua itu dengan mengenakan topeng, menenteng senapan, dan pisau, lalu membunuh seorang perempuan yang bekerja di biara tersebut.

Tempat kejadian perkara terletak di sebuah permukiman di Montferrier-sur-Lez, dekat Montpellier, Perancis selatan, seperti dilaporkan kantor berita Agence France-Presse, Jumat (25/11/2016).

Serangan terjadi pada Kamis sekitar pukul 21.45 waktu setempat. Biara tersebut khusus untuk menampung para misionaris tua yang pernah berkarya di Afrika. Ketika terjadi serangan, ada lebih dari 70 pensiunan misionaris tinggal di biara tersebut.

Polisi bersenjata sedang melacak pria tersebut, yang diduga kuat telah melarikan diri tak lama setelah serangan mematikan itu, demikian sumber yang dekat dengan aparat kepolisian.

Tim penyelidik tidak menemukan bukti di tempat kejadian pekara, tetapi menduga, bahwa serangan itu merupakan teror.

Perancis masih berada di dalam status darurat menyusul serangkaian serangan teror dan pembantaian, termasuk serangan terhadap pastor tua di sebuah gereja Katolik di Paris, Juli 2016.

"Sampai saat ini, hanya ada satu korban," kata jaksa Montpellier, Christophe Barret. "Belum ditemukan bukti khusus tentang motif kejahatan ini."

Pria penyerang belum berhasil diidentifikasi oleh pihak berwenang. Para misionaris yang menghuni biara tersebut berusia lanjut. Mereka umumnya memerlukan bantuan untuk bisa jalan.

Mereka berusia "rata-rata 75 tahun dan bahkan ada beberapa yang lebih dari 90 tahun," kata Alain Berthet, anggota dewan di Montferrier-sur-Luz.

Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Perancis, Olivier Ribadeau Dumas, berkiau di Twitter, "Kami berdoa untuk perempuan yang kehilangan nyawanya akibat serangan di rumah jompo." (Kompas.Com)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved