DIPLOMASI LAPANGAN HIJAU ALA MAS GIBOL

Cuti Jadi Pilihan Demi Sepakbola

Salah satu unsur yang bertekad memajukan sepakbola NTT adalah MAS GIBOL. Kumpulan orang-orang yang peduli, perhatian dan punya hati untuk sepakbola.

Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
PK/EKO
Mas Gibol di Bali 

SEBAGAI Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Fary Francis, memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar. Padat, terjadwal dan sangat sibuk. Nyaris tak ada waktu untuk keluarga, apalagi bersenang-senang.

Namun kali ini Komunitas Masyarakat Gila Bola (Mas Gibol) NTT berhasil 'menggodanya.' Ketika Mas Gibol mengagendakan tour ke Bali, Fary Francis langsung mencatatkan dirinya sebagai peserta. Hoby, itu kata Om Fary. "Tidak bisa ditinggalkan. Saya ikut," tegasnya.

Agenda pun disusun. Wartawan TribunBali, Marianus Seran, jadi jembatan, melobi tim sebagai lawan main. Waktu tour ditetapkan, 16-21 November 2016. Ofisial Bali United, PWI Bali dan Guntur FC Legend jadi lawan di Bali.

Di sela-sela menonton turnamen sepakbola antar-klub Bali United Kristal Pos Kupang Cup 2016, pertemuan-pertemuan terus digelar. Tiket pesawat ditanggung sendiri. Penginapan ditanggung dr. Sahadewa. Ada uang komitmen dari peserta masing-masing Rp 250 ribu. Uang itu akan digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan seperti makan, air mineral dan lainnya.

Tak disangka, sumbangan sukarela dari berbagai pihak mengalir. Makan pagi, siang dan malam ditanggung donatur. Mas Gibol Goes to Bali jadi kenyataan. Lalu, apakah Mas Gibol hanya ingin bersenang-senang di Bali?

Fary Francis menulis di akun facebook-nya tentang kegiatan ini. "Membangun sepakbola NTT menjadi lebih baik adalah tanggung jawab semua pihak di NTT. Salah satu unsur yang bertekad memajukan sepakbola NTT adalah MAS GIBOL (Masyarakat Gila Bola). Kumpulan orang-orang yang peduli, perhatian dan punya hati untuk sepakbola NTT."

Fary menulis, "Salah satu aksi nyata adalah melakukan kegiatan MAS GIBOL NTT GOES TO BALI. Sejak tanggal 16-21 November 2016, tim Mas Gibol yang dikoordinir bung Sipri Seko, Abdul Muis dan Piter Fomeni didukung dr. Sahadewa, Davo, Eki Madi dan saya pun dilibatkan bersama melakukan berbagai kegiatan di Pulau Dewata."

Apa sebenarnya yang memotivasi Fary Francis, sang tokoh nasional untuk mau bergabung dengan Mas Gibol? Bayangkan! Jadwal pertandingan melawan Ofisial Bali United yang sebelumnya ditetapkan pukul 17.00 Wita, dimajukan ke pukul 15.00 Wita. Fary yang sudah membeli tiket Jakarta tiba di Denpasar pukul 15.00 Wita, kebingungan. Namun, demi menuntaskan hasratnya bermain bola di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar-Bali, tiket pun di majukan. Agenda pleno komisi 'ditinggalkan.' Fary ikut main melawan Indra Sjafry cs. Penyelamatan gemilang Fary di bawah mistar gawang, membuat kedua tim mengakhiri pertandingan dengan skor 2-2.

Sahadewa, Sipri Seko, David Fulbertus, Melkisedek Lado Madi, Piter Fomeni, Lipus Fernandez, Abdul Muis, Noldy Pellu, Dwi Alfarist, Cely Nganggus, Charlos Edy Dharma, Ngurah Magleg, Nyoman Sasputra, Santos Almeida, Kristo Embu, Hendra Takunama adalah nama-nama Mas Gibol yang ikut dalam event ini. Anggota lainnya, yakni Yanto Jalil, Ilman, Abdul Syukur, Samuel Dando, Zulkifly Umar, Alfred Taek, Faturachman, Chrisna Ariwijaya dan Eldy Kana. Di Bali, anggota Mas Gibol yang bermukim di Denpasar, Deki Kadja, Piter Bai Kellen dan Borju, juga ikut bergabung.

Siapa sebenarnya Mas Gibol? Jumlah anggota Mas Gibol di seluruh NTT tak terbatas. Semua orang yang suka bola, boleh bergabung di Mas Gibol. Komunitas nirlaba ini tak diboncengi embel-embel atau kepentingan tertentu. Pengurus PSSI boleh bergabung, pemain, pelatih, mantan pemain, pejabat, polisi, tentara, dokter, wartawan, pengusaha, semua boleh bergabung.

Dengan uang pribadi, tenaga, mereka ikut berpikir bagaimana memajukan sepakbola NTT lebih maju. Berbagai kalangan digandeng untuk bergabung. Sponsor besar dijajaki. Pelatih berkualitas didekati. Klub nasional diajak ke NTT untuk melihat talenta-talenta muda yang ada. Kalau memang sekarang NTT belum punya klub level nasional, kita punya pemain berkualitas.

Ada diplomasi yang dilakukan Mas Gibol di lapangan hijau. Lewat bermain bola, mereka makin akrab dengan Indra Sjafri, Eko Pudjiyanto, Nur Saelan, Jarot, Mahayasa, I Komang Mariaman dan lainnya. Mereka juga bisa membuka akses dengan media nasional saat melawan PWI Bali.

Apa saja yang dilakukan di Bali? Diplomasi lapangan hijau seperti apa yang dilakukan Mas Gibol untuk sepakbola NTT? Ikuti lanjutan tulisan ini di edisi Sabtu (26/11/2016) dengan topik, "Mainnya Biasa Saja, Tapi Diplomasi dan Foto yang Penting." (sipri seko/bersambung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved