Berita Sumba

Penganut Kepercayaan Marapu Sulit Akses Akte

Penganut kepercayaan Marapu di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nuasa Tenggara Timur mengaku sulit mengakses akte nikah

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Rosalina Woso
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Geradus Manyela

POS KUPANG.COM,WAIKABUBAK -- Penganut kepercayaan Marapu di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nuasa Tenggara Timur mengaku sulit mengakses akte nikah yang berdampak terhadap pengurusan akte kelahiran anak.

Keluhan penganut marapu ini disampaikan kepada Tim Media Visit Sumba yang difasilitasi Save the Children saat peliputan di Kampung Adat Tarung di Kecamatan Loli, Kampung Adat Bondomaroto di Kecamatan Kota Waikabubak dan Kampung Adat Dikita, Kecamatan Tana Righu, Kabupaten Sumba Barat, Selasa (22/12/20161)

Menurut Tim ini perkawinan marapu tidak tercatat dalam administrasi kependudukan. Kepercayaan marapu memang belum diakui oleh negara tapi faktanya prnganutnya banyak dan hidup berdampingan secara harmonis dengan penganut kristen dan agama lainnya.

Tim ini menambahkan, penganut marapu lebih moderat, karena tidak pernah memaksakan penganut agamat lain yang kawin dengan penganut kepercayaan ini untuk masuk marapu. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved