Saat Tidur Pulas, Bunga Dicabuli Teman Seasrama

Entah setan apa yang sudah merasuki 4 bocah di bawah umur, FN (16), I (16), MS (16) dan FN (16) hingga nekat mencabuli bunga (18) (bukan nama sebenarn

Saat Tidur Pulas, Bunga Dicabuli Teman Seasrama
ILUSTRASI
Korban cabul 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG.COM, BETUN -- Entah setan apa yang sudah merasuki 4 bocah di bawah umur, FN (16), I (16), MS (16) dan FN (16) hingga nekat mencabuli bunga (18) (bukan nama sebenarnya) yang merupakan teman sekolah dan asrama mereka sendiri.

Usai dicabuli, Ke empatnya mengancam akan berbuat nekat jika bunga menceritakan hal tersebut kepada orang lain.

Kisah tragis ini terjadi pada Rabu (16/11/2016) malam, sekitar
pukul 21.00 Wita hingga pukul 03.00 Wita di asrama Gronto tempat tinggal bunga.

Bunga yang sedang tertidur pulas usai belajar, kaget terbangun karena merasa ada yang memegang bagian "intim" tubuhnya.

Saat bunga membuka mata, ia kaget karena melihat ada beberapa pasang tangan yang sedang memegang tubuhnya.

"Saya buka mata lihat ada tangan yang memegang bagian tubuh saya. Saat saya mau teriak minta tolong, salah satu tangan dari peluk langsung menutup mulut saya. Terus ada pelaku yang mengancam saya agar jangan sampai berteriak jika tidak mereka bisa berbuat nekad," ujar bunga yang ditemui di polsek Malaka Tengah bersama sang ibu tercinta Herkulana Bete.

Bunga menceritakan aksi bejat para pelaku dilakukan dari lubang dinding yang ada dikamarnya. Para pelaku memasukkan tangannya dari celah dinding dan mulai mencabuli bunga.

Pencabulan yang terjadi hingga dini hari tersebut akhirnya berhenti setelah ayam mulai berkokok.

Bunga mengaku saat kejadian, dirinya sempat melihat wajah para pelaku dari celah dinding dan mengenal para pelaku sebagai teman sekaloh dan asramanya.

Namun karena takut akan ancaman para pelaku, bunga enggan menceritakan hal tersebut pada siapan pun.

Namun Selasa (22/11/2016) saat ibu dan kakaknya mengunjunginya di asrama untuk mengantar uang sekolah dan beras, bunga langsung menceritakan tragedi yang dialaminya.

" Saya takut mereka buat nekat terhadap saya. Tapi saya tidak kuat simpan sendiri apa yang mereka buat terhadap saya. Makanya saat mama datang saya langsung menangis dan cerita semua," ujar bunga.

Mendengar cerita bunga, sang ibu langsung mengajaknya untuk melaporkan kasus dugaan pencabulan tersebut ke polsek malaka tengah. Usai menerima laporan pelaku, aparat polsek malaka tengah langsung melakukan visum dan mengambil keterangan korban.

" Saat ini kita tengah melakukan penyelidikkan terhadap kasus dugaan pencabulan terhadap bunga. Kita akan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi, sebelum melakukan pemanggilan terhadap terlapor untuk diperiksa," jelas Kapolsek Malaka Tengah Iptu Frid Mada.*

Penulis: Dion Kota
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved