Maumere Tuan Rumah Sepakbola Grassroots

Kita undang para pelatih dan guru olahraga mengikuti pelatihan ini. Tim yang hadir akan membagikan ilmu kepelatihan. Para orangtua pemain klib SSB

Maumere Tuan Rumah Sepakbola Grassroots
egenius moa
POS KUPANG/EGYNIUS MO'A SUKRON - Pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Maumere, Sukron memberikan instruksi kepada para pemain di lapangan Kantor Bupati Sikka Jalan El Tari, Jumat (18/11/2016). 

POS KUPANG.COM- Sekolah Sepak Bola (SSB) Maumere mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah program pembinaan sepakbola grassroots 2016, tanggal 26-27 November 2016. Acara diisi dengan bedah buku sepakbola grassroot ditulis pelatih sepakbola nasional, Indra Syafri dan kursus singkat kepelatihan yang dilakukan tim pakar dan pelatih dari gobolabali dan Kementrian Pemuda dan Olahraga RI.

"Kita undang para pelatih dan guru olahraga mengikuti pelatihan ini. Tim yang hadir akan membagikan ilmu kepelatihan. Para orangtua pemain klib SSB juga diundang hadir," kata penyelenggara Stefanus Edison,S.Pd, kepada Pos Kupang, di Maumere, Senin (21/11/2016).

Edison mengatakan, sekitar 70-an orang guru olahraga asal
Kabupaten Sikka, Ende, Flores Timur, Alor, Kupang dan Kabupaten Nagekeo diundang dalam kegiatan dua hari itu. Guru dan pelatih yang diharapkan akan mendapatkan berbagai informasi pembinaan grassroots.

Ketua Umum Gobolabali, I Gusti Agung Putu Nuaba, menghubungi Pos Kupang, Senin pagi (21/11/2016) menjelaskan kegiatan ini meliputi pemaparan program pembinaan grassroots, dialog interaktif
dan praktek lapangan.
Pemaparan program grassroots meliputi dasar kepelatihan grassroots oleh Ketua Umum gobolabali, Filosofi FIFA Grassroots oleh pakar grassroots nasional M.Achwani. Gizi seimbang pemain sepakbola oleh ahli Poltekes Denpasar, I Wayan Juniarsana dan peran pemerintah dalam pembinaan fundamental sepakbola Indonesia oleh Kemenpora.

Praktek lapangan kata Agung meliputi fase kepelatihan grassroots yakni fase pengenalan bola usia 8 tahun, fase basik fundamental usia 9-11 tahun dan fase final grassroots pada usia 12-13 tahun.

"Kami pilih Maumere karena kami ingin meng embangkan sepakbola di NTT melalui Maumere yang secara geografis berada di tengah Pulau Flores," kata Agung.(ius)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved