Warga NTT Jangan Terprovokasi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerukan kepada seluruh masyarakat NTT jangan terprovokasi dengan berbagai informas

Editor: Alfred Dama

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerukan kepada seluruh masyarakat NTT jangan terprovokasi dengan berbagai informasi yang berdampak pada terganggunya kerukunan dan persaudaraan antara umat bergama di NTT dan di Indonesia.

Demikian satu dari tujuh pernyataan sikap MUI yang dibacakan Ketua MUI NTT, Drs. Haji Abdul Kadir Makarim dalam malam sejuta doa untuk korban human trafficking dan Perdamaian di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (18/11/2016) malam.

"Menyerukan kepada seluruh masyarakat NTT agar tidak terprovokasi dengan berbagai informasi yang berdampak pada terganggunya kerukunan dan persaudaraan antara umat beragama di NTT dan di Indonesia," kata Makarim di hadapan ratusan warga Kota Kupang dari berbagai elemen.

Menurut dia, MUI juga berharap pemerintah dan segenap masyarakat berusaha mencegah lebih dini dan menanggulangi tindak kejahatan perdagangan orang serta yang mengganggu kedamaian.

Makarim mengatakan, perdagangan orang khususnya perempuan dan anak merupakan tindakan yang bertentangan dengan harkat dan martabat manusia, dan melanggar hak asasi manusia (HAM) sehingga harus diberantas.

Makarim berharap agar pemerintah dan penegak hukum secara terus menerus diminta meningkatkan kerja sama dengan berbagai komponen masyarakat sehingga secara cepat terdeteksi potensi kejahatan di tengah masyarakat.

Makarim menyatakan, MUI mengutuk keras pelaku pemboman di Samarinda yang telah merenggut nyawa orang yang tidak bersalah. Selain itu, tegas Makarim, menyerukan kepada masyarakat NTT untuk mendoakan korban kekerasan, semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan dan keluarga diberi ketabahan.

"Mari kita selau berdoa kepada Tuhan untuk perlindungan dan kedamaian bangsa dan dan negara kesatuan RI," kata Makarim. (vel)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved