Wabup Belu Ose Luan Mengaku Hubungannya Dengan Bupati Willy Baik-baik Saja

Beberapa waktu lalu, pasca pelantikan pejabat eselon III dan IV lingkup Pemkab Belu, mencuat informasi hubungan antara Wakil bupati (Wabup) Belu, JT.

Wabup Belu Ose Luan Mengaku Hubungannya Dengan Bupati Willy Baik-baik Saja
POS KUPANG/EDY BAU
Willy Lay dan Ose Luan (kanan) 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Beberapa waktu lalu, pasca pelantikan pejabat eselon III dan IV lingkup Pemkab Belu, mencuat informasi hubungan antara Wakil bupati (Wabup) Belu, JT. Ose Luan dengan Bupati Willy Lay "memanas". Kuat dugaan, di antara keduanya terjadi perbedaan kepentingan.

Wakil Bupati Ose Luan sempat mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya tidak dilibatkan dalam proses penempatan pejabat untuk promosi ataupun mutasi.

Dia juga mengatakan secara etika tidak dibenarkan jika hal yang harusnya dibahas antara bupati dengan wakil, justru bupati melakukannya dengan orang lain. Lantas ada permintaan untuk membubarkan tim sukses pada pilkada kali lalu.

Hari ini, Wabup Ose Luan mengeluarkan statemen yang berbeda dengan sebelumnya. Dia mengaku hubungan dirinya dengan Bupati tidak ada masalah apapun. Semuanya baik-baik saja.

"Terpublish itu karena memang orang menafsir berbeda. Contoh ada pertanyaan begini, pak wakilkan tidak ingin mutasi dulu sesuai PP 18. Lalu dianggap bertentangan. Tidak bisa, itu pendapat saya. Karena keputusan terakhir di bupati," tegasnya ketika ditanyai Pos Kupang usai Raker Gubernur NTT dengan bupati/walikota se NTT di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Jumat (18/11/2016).

Wabup Ose meminta agar tidak ada pemberitaan yang mengatakan hubungannya dengaan bupati Willy sedang tidak harmonis. Adalah menjadi kewajibannya untuk selalu mengingatkan bupati namun bukan berarti hubungan dia dengan bupati harus rusak.

"Jadi insan pers jangan mempertentangkan itu. Contoh, saya misalnya memberikan pendapat atau telaahan staf. Ini jangan dulu. Contoh Remi (mantan Kadis Pertanian Belu, red), saya bilang sebaiknya jangan tapi pak bupati bilang harus. Berarti kami harus eksekusi. Pendapat saya yang bilang jangan dulu itu tidak mengindikasikan bahwa saya dengan bupati yang mengambil sikap itu bertentangan. Staf punya kewajiban untuk ini, hanya kadang-kadang ditafsir sebagai perbedaan. Tidak. Hubungan kami baik, harmonis. Kenapa kita merusakkan hubungan," katanya sambil tertawa.

Disinggung mengenai postingannya di Facebook yang terkesan emosional dan memperkuat dugaan adanya keretakan hubungannya dengan bupati, Wabup Ose enggan menjawabnya dengan mengatakan, "Itu hanya,... ada.. Nanti saya ceritra khusus," jawabnya.*

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved