Sudah Dua Kali Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Rembele

sudah dua kali pesawat Wings Air ATR 72 gagal mendarat di Bandar Udara Rembele Takengon, Bener Meriah, Aceh.

Sudah Dua Kali Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Rembele
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo memimpin rapat koordinasi dengan para gubernur seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/10/2016). Pada rapat tersebut Presiden Joko Widodo kembali menekankan pentingnya kemudahan izin berinvestasi dan menghapus praktek pungli yang masih subur di Indonesia. 

POS KUPANG.COM, BENER MERIAH -- Selama bulan November, sudah dua kali pesawat Wings Air ATR 72 gagal mendarat di Bandar Udara Rembele Takengon, Bener Meriah, Aceh.

Cuaca buruk menyelimuti daerah itu sehingga pesawat jenis ATR 72 dari Bandara Kualanamu, Medan, gagal mendarat di bandara baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada Maret lalu tersebut.

Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Bandara Rembele Yan Budianto mengatakan, kegagalan pertama terjadi pada 7 November 2016 pada sebuah pesawat dari Medan.

"Tapi saat mau mendarat, pilot memutuskan kembali lagi ke Medan karena saat itu cuaca buruk disini," kata Budiyanto, Kamis (17/11/2016).

Ia mengatakan, alat bantu pendaratan yang terdapat di Bandara Rembele masih bersifat nonpresisi dengan jarak pandang minimal 5 kilometer.

"Kebetulan saat itu Air Traffic Controller (ATC) memberikan di bawah 2 kilometer, sehingga pilot memutuskan kembali lagi ke Medan," kata dia.

Pada hari yang sama, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Sudarmo juga gagal mendarat di Rembele.

Waktu itu Sudarmo berencana mengunjungi Bener Meriah dengan menumpang pesawat dari Banda Aceh.

Pesawat yang ditumpanginya beberapa kali berputar-putar di atas Bandara Rembele.

"Namun akhirnya tidak bisa mendarat karena jarak pandang yang tidak memungkinkan," ujar dia. Akhirnya pesawat kembali ke Banda Aceh.

Kejadian berikutnya pada 12 November 2016 ketika pesawat Wings Air dengan kapasitas 72 penumpang tidak jadi terbang dari Bandara Kualanamu Medan karena kondisi cuaca tidak memungkinkan.

"Memang saat itu tidak jadi terbang sebab personel kita sudah menyampaikan bagaimana cuaca di daerah ini, sehingga pesawat itu tidak sempat terbang," kata Budianto. (Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved