Minggu, 10 Mei 2026

Berita Kemarin yang Perlu Anda Tahu, dari Bom Molotov, Facebook, dan Keheranan Jokowi

Berita Kemarin yang Perlu Anda Tahu, dari Bom Molotov, Facebook, dan Keheranan Jokowi

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
TRIBUNNEWS/HO/POLSEK LOAJANAN
Sejumlah kendaraan sepeda motor mengalami kerusakan akibat ledakan bom molotov di halaman Gereja Oikumene, Sengkotek, Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016). 

Berita Kemarin yang Perlu Anda Tahu, dari Bom Molotov, Facebook, dan Keheranan Jokowi

1. Bom Molotov di Gereja Oikumene Samarinda

Sebuah bom molotov dilempar ke parkiran motor di samping Gereja Oikumene Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016), saat ibadah sedang berlangsung di tempat itu.

Empat orang anak kecil mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Seorang pelaku ditangkap.

Bom molotov dilempar ke pelataran depan gereja tempat motor-motor di parkir. Api molotov langsung menyambar. Empat motor hangus terbakar. Anak-anak balita yang tengah bermain di depan gereja tak ayal ikut tersambar api.

Penelusuran yang dilakukan polisi mendapatkan, pelaku pelemparan molotov diduga terkait jaringan teroris kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Kalimantan Timur yang memiliki koneksi dengan jaringan Anshori Jawa Timur.

Pelaku bernama Joh alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia (32). Joh pernah dipenjara dalam kasus terorisme.

2. Hujan dan Angin Kencang di Bandung

Hujan disertai angin melanda Kota Bandung, Minggu (13/11/2016) siang. Akibatnya, sejumlah pohon tumbang dan menimpa kendaraan warga.

Di wilayah Sumur Bandung, polisi mencatat 3 unit angkutan kota (angkot) jurusan Stasiun Hall- Ciumbuleuit dan dua jurusan Sadang Serang - Stasiun Hall tertimpa sebuah pohon yang tumbang di Jalan Otto Iskandardinata.

Stasiun Bandung juga dilaporkan terendam air hingga setinggi 50 sentimeter. Akibatnya, sejumlah kereta tidak bisa masuk ke Stasiun Bandung.

3. Facebook Sebut Mark Zuckerberk Meninggal

Laman Facebook Mark Zuckerberg tampil mengejutkan pada Jumat kemarin. Sang pendiri jejaring sosial itu terkesan sudah meninggal dengan munculnya sebuah banner "Memorial" berjudul "Mengingat Mark Zuckerberg".

"Kami harap mereka yang mencintai Mark akan merasa lebih nyaman dengan hal-hal yang dibagikan orang untuk mengingat dan merayakan hidupnya," tuilis pesan dalam banner tersebut, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Guardian, Minggu (13/11/2016).

Ternyata bukan Zuckerberg saja yang dikabarkan sudah meninggal. Sebagian pengguna Facebook turut terkaget-kaget mendapati banner Memorial serupa menggantung di laman masing-masing. Padahal mereka masih hidup.

Belakangan, pihak jejaring sosial terbesar di dunia itu mengakui bahwa telah terjadi kesalahan sistem yang menyebabkan Facebook salah mengira sebagian pengguna sudah meninggal, lalu memasang banner Memorial di laman para pengguna tersebut.

Selengkapnya baca di sini.

4. Jokowi Heran

Presiden Joko Widodo mengaku heran dengan kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan ke Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Menurut Jokowi, kasus tersebut melebar dan malah menyeret namanya sebagai Kepala Negara
Dalam aksi unjuk rasa 4 November, tuntutan pendemo adalah Ahok segera diproses hukum.

Namun, setelah aksi tersebut tuntutan melebar hingga ada yang menyuarakan pelengseran Presiden.

"Saya heran, ini kan urusan DKI. Lha kok digesernya ke presiden, ke saya? Coba kita logika dan kalkulasi nalar saja. Kalau saya sih senyam senyum saja," tutur Jokowi dalam sambutannya pada acara Rapimnas PAN di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (13/11/2016).

5. BI Tegaskan Tidak Ada Simbol Terlarang pada Uang Rupiah

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa simbol yang terdapat pada uang Rupiah bukan simbol terlarang.

Penegasan tersebut untuk menanggapi maraknya informasi di media sosial terkait dengan simbol terlarang pada uang Rupiah.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Arbonas Hutabarat mengatakan, BI terus melakukan upaya agar uang Rupiah yang dikeluarkan dan diedarkan memiliki ciri pengaman yang mudah masyarakat. Hal tersebut juga untuk menghindari pemalsuan uang Rupiah.

"Unsur pengaman ini secara terus menerus telah disosialisasikan oleh Bank Indonesia, termasuk di seluruh wilayah NKRI, dan juga dapat dilihat di website Bank Indonesia," ujar Arbonas dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (13/11/2016).

Arbonas menuturkan, salah satu unsur pengaman yang ada dalam uang Rupiah, yakni gambar saling isi atau Rectoverso.

Rectoverso merupakan suatu teknik cetak khusus pada uang kertas yang membuat sebuah gambar berada di posisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan belakang. (Kompas.Com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved