Ledakan di Tempat Suci di Pakistan Membunuh 52 Orang

Sebuah ledakan yang diklaim dilakukan oleh ISIS mengguncang satu tempat suci di bagian baratdaya Paksitan pada Sabtu

Ledakan di Tempat Suci di Pakistan Membunuh 52 Orang
Fox News
Pasukan kemiliteran Pakistan memenuhi pangkalan AU di Peshawar, Pakistan, setelah militan Taliban melakukan serangan di sebuah masjid dalam kompleks pangkalan itu dan menewaskan sejumlah jemaah yang sedang melakukan ibadah salat, Jumat (18/9/2015). (Fox News) 

POS KUPANG.COM - Sebuah ledakan yang diklaim dilakukan oleh ISIS mengguncang satu tempat suci di bagian baratdaya Paksitan pada Sabtu (12/11), merenggut sedikitnya 52 nyawa dan melukai sejumlah orang, kata para pejabat.

Ledakan di Shah Noorani terjadi ketika ratusan orang berada di dalamnya, kata Hashim Ghalzai, komisaris distrik setempat kepada Reuters.

Menteri Dalam Negeri Provinsi Baluchistan, Sarfaraz Bugti, mengatakan 52 orang terbunuh dan lebih dari 105 orang, termasuk banyak wanita dan anak-anak, luka-luka.

"Setiap hari saat matahari terbenam, ada acara dhamaal (tari-tarian untuk ritual), dan ada banyak orang yang datang untuk melihat acara ini," kata Nawaz Ali, penjaga tempat suci itu.

Tempat suci itu terletak di Provinsi Baluchistan sekitar 100 km sebelah utara kota pelabuhan Karachi. Hakeem Nasi, petugas pertolongan, mengatakan kepada Geo TV bahwa puluhan orang cedera telah dipindahkan.

Pemerintah mengerahkan 25 ambulan dari kota terdekat Hub ke tempat kejadian itu, kata Akbar Harifal, sekretaris Provinsi Baluchistan. Tentara dikerahkan untuk membantu operasi pertolongan karena tempat tersebut berada di kawasan pedalaman, kata Bugti.

Menurut Bugti, sejauh ini belum jelas apakah serangan tersebut dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri atau bahan peledak yang ditempatkan di tempat itu.

Serangan-serangan sering dilancarkan oleh kelompok militan di provinsi itu tahun ini.

ISIS menyatakan dalam sebuah pernyataan melalui kantor beritanya Amaq bahwa para pejuangnya telah melancarkan pengeboman pada Sabtu itu. Kelompok tersebut juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan besar terakhir di provinsi itu, di sebuah akademi polisi bulan lalu, yang membunuh sekitar 60 orang. 8)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved