KPK Siap Telusuri Potensi Korupsi Mangkraknya 34 Pembangkit Listrik Tiga Diantaranya di NTT

Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan, sudah banyak laporan yang masuk ke pihaknya terkait mangkraknya 34 pembangkit

KPK Siap Telusuri Potensi Korupsi Mangkraknya 34 Pembangkit Listrik Tiga Diantaranya di NTT
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan, sudah banyak laporan yang masuk ke pihaknya terkait mangkraknya 34 pembangkit listrik.

Namun, hingga saat ini KPK belum secara spesifik melakukan penelusuran potensi korupsi yang ada di 34 pembangkit listrik yang mangkrak tersebut. Tiga proyek PLTU tersebut berada di NTT masing-masing PLTU Alor berkapasitas 2x3 MW,
PLTU Atambua berkapasitas 4x6 MW dan PLTU Rote Ndao berkapasita 2x3 MW.

"Pengaduan sudah banyak, tetapi sejauh ini kami memang belum melakukan spesifikasi ke kasus ini, kita masih menunggu," ujar Saut saat menghadiri acara paguyuban Mas TRIP di gedung Perbanas, Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Menurut Saut, KPK akan melakukan penyelidikan terhadap 34 pembangkit yang mangkrak tersebut, meski tanpa adanya instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bentuk keseriusan KPK dalam menelusuri potensi korupsi di 34 pembangkit listrik yang mangkrak ini pun direspon KPK dengan mengirim anggotanya ke sejumlah daerah untuk menyelediki masalah ini.

"Diminta atau pun tidak diminta akan kita telusuri, kita digaji untuk itu, KPK digaji negara untuk cari pelaku korupsi, diminta atau pun tidak diminta Presiden kita harus turun," ucap Saut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basyir mengatakan, 34 pembakit tersebut merupakan warisan direksi PLN di masa lalu, yang memenangkan pengembang dalam tender pembangunan pembangkit listrik berdasarkan harga paling murah.

Menurut Sofyan, karena harga murah membuat pengembang pembangunan pembangkit tersebut teledor, sehingga terjadi salah perhitungan baik konstruksi maupun lokasi pembangunan pembangkit.

Karena menyadari adanya salah perhitungan dan berisiko mengalami kerugian, maka pengembang tersebut tidak bertanggungjawab‎, pergi meninggalkan proyek sebelum diselesaikan.

Berikut 34 pembangkit listrik yang mangkrak tersebut:

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved