Berita Flores Lembata Alor

Usai Ditangkap Karena Jual KP, Beatriks Menyesal di Kantor Polres Manggarai

ibu dua anak dari Dusun Tadu, Desa Tadu, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai tampak terdiam

Usai Ditangkap Karena Jual KP, Beatriks Menyesal di Kantor Polres Manggarai
POS KUPANG/ARIS NINU
Tim Jatranras Polres Mangggarai sedang menyerahkan Beatriks Madung, warga Desa Tadu, Kecamatan Satar Mese guna diperiksa usai ditangkap karena berjualan KP di rumahnya, Rabu (9/11/2016) siang. 

POS KUPANG.COM, RUTENG -- Beatrik Madung (30), ibu dua anak dari Dusun Tadu, Desa Tadu, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai tampak terdiam  ketika berada di Kantor Polres Manggarai, Rabu (9/11/2016) sore.

Beatriks hanya mengaku menyesal dan tidak mau mengulangi perbuatan menjual KP di desanya. Namun apa yang disampaikan Beatriks membuat aparat Penyidik Polres Manggarai tetap diperiksa.

Sore itu usai ditangkap aparat Jatanras Polres Manggarai di kediamannya di Tadu,Rabu (9/11/2016) siang Beatriks langsung dibawa dengan mobil aparat kepolisian guna menjalani proses pemeriksaan.

"Saya sudah buka penjualan judi KP di rumah saya sudah seminggu. Saya pagi jam 08.00 wita sampai pukul 11.00 wita sudah mulai menerima pesanan nomor KP melalui SMS ke HP saya. Ada juga pemain KP yang datang ke rumah saya lalu isi angkanya," kata Beatriks yang mengaku seorang petani sawah di Tadu.

Beatriks mengaku hasil penjualan KP membuatnya setiap hari mendapat keuntungan Rp 500.000.

"Saya tobat pak. Setelah ini saya tidak mau jualan lagi," ujar Beatriks.

Sore itu usai dibuatkan laporan polisi (LP) Beatriks langsung digiring ke ruangan pemeriksaan. Penyidik pun memeriksanya bersama seorang saksi yang menjelaskan perbuatannya.

Barang bukti hasil perbuatanya seperti uang Rp 500.000, rekapan dan buku serta ballppoint juga diberikan kepada penyidik.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved