AWAS Antiklimaks! Final Bintang Timur vs Star Ball

di Stadion Oepoi adalah Star Ball. Klub ini, tak pernah bermimpi untuk bermain di turnamen ini.

AWAS Antiklimaks! Final Bintang Timur vs Star Ball
Ferry Ndoen
POS KUPANG/SIPRI SEKO WILLY-FARY - Bupati Belu, Willy Lay dan Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis langsung memberikan dukungan kepada SSB Bintang Timur Atambua, saat melawan Sabahat Platina FC di Stadion Oepoi, Kupang, Senin (7/11/2016). 

POS KUPANG.COM, KUPANG - Pendatang baru dalam sepakbola NTT, SSB Bintang Timur Atambua mencengangkan. Anak-anak asal Atambua, Kabupaten Belu ini tak pernah diunggulkan. Bermaksud mencari pengalaman tanding, mereka kini akan bermain di final.

Lawan mereka petang ini, Kamis (10/11/2016) di Stadion Oepoi adalah Star Ball. Klub ini, tak pernah bermimpi untuk bermain di turnamen ini. Lolos dengan status wild card dari panitia, Roy Ufi dkk tak kuasa menahan rasa harunya setelah harus bermain di final.

Perjuangan jatuh bangun kedua tim untuk mencapai partai puncak ini memang patut diacungi jempol. Bila SSB Bintang Timur sempat kewalahan saat melawan Sikumana Putra dan Sahabat Platina, Heru Nerly dkk melenggang tanpa hadangan berarti menuju babak final.

Hal ini berbeda dengan Star Ball. Menang 2-1 di partai pertama atas SSB Tunas Muda, mereka nyaris disingkirkan SoE Generation di pertandingan kedua. Beruntung Dewi Fortuna masih memihak anak-anak asal Kelurahan Lasiana ini, saat dua tendangan penalti SoE Generation tak membuahkan gol. Star Ball pun harus melaju ke babak semifinal setelah menang adu penalti saat melawan Kristal FC.

Kini, kenangan perjuangan itu akan menjadi motivasi tersendiri bagi kedua tim. Semua tenaga dan kualitas permainan sudah dikeluarkan di babak penyisihan. Puja dan puji, kecaman dan cacian sudah mereka lewati. Apakah petang ini keduanya akan bermain antiklimaks?

"Lawan di final adalah tim terbaik. Mereka lolos melewati hadangan klub-klub terbaik. Kami tidak akan anggap remeh mereka. Star Ball punya pemain-pemain yang sangat bagus. Kami tetap akan waspada dan harus lebih dulu mencetak gol," kata Manager Bintang Timur, Joao Leki.
Bagi Hilarius Laran, Bintang Timur Atambua tetap klub terkuat di turnamen ini. Hila tetap akan bermain aman dengan memanfaatkan kekuatan di lini tengah dan kecepatan Nelson Frietes di depan. Strategi ini cukup berhasil saat mereka memaksa Kristal FC untuk menentukan kemenangan lewat adu penalti.

"Akan ada juara baru. Kedua tim finalis ini adalah calon juara baru. Saya tetap mengunggulkan tim Bintang Timur Atambua, meski peluang di kubu Star Ball tetap ada. Kalau Star Ball lebih dulu menguasai irama permainan, maka cerita hasil akhir akan jauh dari prediksi," kata mantan pemain PSK, Abdul Muis.

Lolos hingga final memang tidak disangka kedua tim. Kini, tidak sedang bermimpi, keduanya akan menjadi partai pemungkas event ini? Menarik dan berkualitas. Sama-sama punya kemampuan dan kelemahan, yang menang adalah yang mampu membaca permainan lawan dengan cepat, untuk mengatur strategi lanjutan. (eko)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved