Kakanmenag Belu Minta Bupati Buat Rekomendasi Penolakan Pembangunan Madrasah di Manleten

Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belu, Rafael Ope menegaskan, pihaknya tidak berwenang untuk membuat penolakan terhadap pem

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belu, Rafael Ope menegaskan, pihaknya tidak berwenang untuk membuat penolakan terhadap pembangunan gedung Madrasah Aliyah di Desa Manleten.

Harusnya, Bupati yang membuat rekomendasi penolakan untuk kemudian disampaikan ke pusat.

Baca: Begini Sikap DPRD Belu Terhadap Pembangunan Madrasah Aliyah di Desa Manleten

Baca: Terungkap, Pembangunan Gedung Madrasah Aliyah Manleten Kabupaten Belu Tanpa IMB

Hal ini disampaikannya untuk menanggapi desakan warga untuk segera menghentikan pembangunan madrasah ini pada rapat dengar pendapat dengan DPRD Belu, Rabu (9/11/2016).

"Sikap tegas penolakan pembangunan ini, kementerian agama Kabupaten Belu tidak punya kewenangan untuk rekomendasi penolakan. Itu merupakan kewenangan daerah dalam hal ini Bupati. Menolak atau tidak, kami serahkan kepada Bupati," kata Rafael. Namun pernyataan ini mendapat tanggapan dari anggota DPRD Belu, Fransisco Soares.

Baca: Soal Pembangunan Madrasah Aliyah, Bupati Belu Willy Lay: Kita Harus Dengar Rakyat

Bahwa kementerian agama kabupaten Belu harusnya bisa menyampaikan kepada pemerintah pusat bahwa ada penolakan.

Ketika ditanyai Pos Kupang usai pertemuan itu, Rafael mengatakan, setelah mendapat masukan dan sikap DPRD Belu maka, pihaknya akan menyampaikan kepada pusat bahwa ada penolakan.

"Bupati yang harus memberikan rekomendasi, paling tidak keterangan penolakan. Setelah itu saya tinggal laporkan ke pimpinan saya," jawabnya.*

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved