Begini Sikap DPRD Belu Terhadap Pembangunan Madrasah Aliyah di Desa Manleten

Rapat dengar pendapat (RPD) DPRD Belu dengan pemerintah Kabupaten Belu dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu menghasilkan satu sikap DPRD

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Rapat dengar pendapat (RPD) DPRD Belu dengan pemerintah Kabupaten Belu dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu menghasilkan satu sikap DPRD Belu.

Sikap itu antara lai, dengan tegas menolak pembangunan gedung sekolah Madrasah Aliyah Kejuruan di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim).

Sikap DPRD ini ditentukan setelah mendengar penjelasan dari pihak kementerian agama kabupaten Belu bahwa banyak persyaratan termasuk ijin pendirian sekolah, ijin pendirian bangunan serta ijin prinsip belum dimiliki sama sekali.

Mayoritas anggota DPRD yang hadir dalam rapat itu menegaskan agar pembangunan yang sedang berjalan segera dihentikan. Hal ini untuk mencegah dampak negatif yang bisa saja terjadi.

Wakil Ketua DPRD Belu, Benny Hale kepada Pos Kupang usai rapat dengar pendapat itu, Rabu (9/11/2016) mengatakan, semua anggota DPRD Belu sudah menyatakan sikap menolak pembangunan gedung itu dan menghentikan segala aktifitas pembangunan di sana.

Sembari menunggu tindaklanjut dari pemerintah. "Tidak bisa serta merta ini menjadi keputusan tapi masih ada pemerintah di atas. Tapi sambil menunggu proses ini, kegiatan di lapangan harus dihentikan," tegasnya.

Menurutnya, meski Bupati Belu, Willy Lay tidak hadir namun sudah diwakili Sekda Belu, Petrus Bere. Sehingga, kata Hale, apa yang terjadi hari itu akan disampaikan kepada bupati.*

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved