Bendungan Raknamo

Progress Fisik 72,53 Persen

Berdasarkan data yang dikirim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Bendungan SNVT PJSA BWS NT II, Frangky Welkis, ST, hingga akhir Oktober 2016, pr

Editor: Alfred Dama
ISTIMEWA
Frangky Welkis, ST 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Berdasarkan data yang dikirim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Bendungan SNVT PJSA BWS NT II, Frangky Welkis, ST, hingga akhir Oktober 2016, progress fisik pekerjaan Pembangunan Bendungan Raknamo mencapai 74,10 persen dari rencana 24,76 persen atau terjadi deviasi positif sebesar 49,34 persen.

Sedangkan realisasi terhadap DIPA 2016 sebesar Rp 55,95 miliar mencapai 100 persen dari rencana 100 persen atau deviasi 0 persen. Penyerapan keuangan kumulatif mencapai 100 persen.

Item pekerjaan yang sudah dilaksanakan, antara lain tubuh bendungan 77 persen, spill way 79 persen, saddle dam 78 persen, terowongan pengelak 90 persen, jalan akses dan jembatan 50 persen.

Bendungan Raknamo
RAKNAMO - Situasi Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang dengan capaian progress fisik pekerjaan 41 persen, Selasa (16/2/2016).

Frangky menjelaskan, dengan kondisi cuaca yang saat ini masih memungkinkan untuk pelaksanaan, kegiatan di lapangan akan terus dipacu hingga target akhir 2016 diharapkan bisa mencapai 80 persen dan akan selesai 100 persen tahun 2017 mendatang.

Permasalahan saat ini, jelas Frangky, ketersediaan anggaran percepatan yang perlu segera dialokasikan mengingat semakin bertambah besarnya deviasi progress fisik pelaksanaan yang belum terbayar dengan ketersediaan anggaran dalam DIPA 2016 yang saat ini sudah terserap habis sejak Mei 2016.

"Untuk peresmian tahun 2016 dipastikan belum bisa. Terkait pengisian dan pengelolaan perlu mendapat persetujuan dari Komisi Keamanan Bendungan pasca konstruksi dengan terlebih dahulu mengantongi dua sertifikat, yaitu sertifikat pengisian waduk dan sertifikat pengoperasian dan pemeliharaan bendungan," katanya.

Mengenai kegiatan fisik pasca konstruksi Bendungan Raknamo, Kepala Seksi Perencanaan Umum BWS NT II NTT, Ir. Marchaban Soeparno, kepada Pos Kupang, Selasa (1/11/2016), menjelaskan, pihaknya (BWS NT II NTT) sudah membuat desain jaringan irigasi untuk mengalirkan air dari Bendungan Raknamo ke sawah-sawah milik para petani di Kabupaten Kupang. Demikian pun untuk air baku.

"Jaringan irigasi di Raknamo akan dibangun tahun 2017 mendatang. Demikian pun untuk air baku, balai sudah desain. Membangun jaringan perpipaan juga akan dilakukan tahun 2017 oleh Satker Air Tanah dan Baku. Jaringan perpipaan itu akan terhubung dengan pipa PDAM Kabupaten Kupang," kata Marchaban.

Kadis PU NTT, Ir. Andre W Koreh, MT, yang ditemui Pos Kupang, Kamis (27/11/2016), menjelaskan, dana Rp 750 miliar untuk pembangunan Bendungan Raknamo harus dioptimalkan.

Dikatakannya, pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk mengoptimalkan pemanfaatan Bendungan Raknamo pasca konstruksi adalah Pemkab Kupang karena bendungan itu berada di wilayah Kabupaten Kupang, Pemprov NTT (Dinas PU NTT, Dinas Pertanian NTT dan BWS NT II).

Beberapa instansi tersebut harus bersinergi dan terus melakukan koordinasi untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur pasca konstruksi Raknamo.

"Untuk Pemkab Kupang misalnya, bagaimana lahan untuk realisasi target 1.250 hektar, apakah sudah disiapkan? Bagaimana mengoptimalkan air baku 100 liter/detik, bagaimana kelembagaannya? Begitu juga jaringan irigasinya, bagaimana koordinasi dinas PU dengan dinas pertanian?" katanya.

Secara kelembagaan, jelas Andre, koordinasi itu dilakukan oleh Bappeda NTT karena secara nasional dilakukan oleh Bappenas. Tapi yang perlu dilakukan sekarang adalah langkah nyata. Ini yang harus dikawal oleh semua pihak. (kas)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved