Penanganan Sampah di Fatubesi Unik
Lurah Fatubesi, Wayan Astawa mengatakan penanganan sampah di Fatubesi itu unik karena bukan hanya daerah pemukiman tapi juga pasar.
Penulis: Hermina Pello | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Hermina Pello
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Lurah Fatubesi, Wayan Astawa mengatakan penanganan sampah di Fatubesi itu unik karena bukan hanya daerah pemukiman tapi juga pasar.
Dan, ada dua muara kali di kelurahan tersebut yakni kali yang beradal dari Oeba dan Merdeka.
Kali mati yang bermuara di Fatubesi itu melintasi 10 kelurahan mulai dari Sikumana-Oepura-Naikoten1 - Naikoten 2, Oebobo, Oetete, Merdeka, Tode Kisar baru ke Fatubesi.
Demikian Wayan Astawa di Kelurahan Fatubesi usai implementasi pembentukan satgaas pengendali sampah perkotaan berbasis masyarakat di Kelurahan Fatubesi, Selasa (2/11/2016).
Menurutnya, TPI yang terletak di Kelurahan Fatubesi ini juga menjadi salah satu tempat penghasil sampah karena selain aktivitas jual beli ikan, sekarang ini juga TPI sudah sudah berubah fungsi menjadi menjadi tempat pemukiman yang pada akhirnya menghasilkan sampah juga.
Sedangkan sampah di pasar juga belum dapat dipecahkan karena PD pasar tidak memiliki tempat sampah dan sistem pengangkutan juga belum bagus.
Kehadiran RPH juga menjadi salah satu masalah karena pengelolaan limbah di RPH belum bagus sehingga tidak hanya menimbulan sampah tapi juga polusi udara karena menimbulan bau.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/johanna-e-lisapaly-foto-bersama_20161102_223022.jpg)