Penutupan Bulan Keluarga GMIT
Mery Kolimon: Perkuat Komitmen
Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt.Dr. Mery Kolimon mengatakan, HUT ke-69 GMIT tahun 2016 ini merupakan momentum untuk memperkuat komitmen iman dan praksi
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt.Dr. Mery Kolimon mengatakan, HUT ke-69 GMIT tahun 2016 ini merupakan momentum untuk memperkuat komitmen iman dan praksis percaya umat Kristen.
"Momen hari ini memperkuat komitmen untuk berpihak pada rakyat miskin, terutama mereka yang menjadi korban permainan politik dan ekonomi yang korup. Komitmen bergereja kita perlu diarahkan untuk tetap melayani Allah dalam ketulusan dan berhati-hati untuk tidak menyembah kekuatan mammon dengan segala bentuknya," tegas Pdt. Mery Kolimon, Senin (31/10/2016).
Menurut Mery, dalam dunia yang sibuk oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, bisa saja ada bagian dari persekutuan jemaat Kristen yang merasa diabaikan dan dibiarkan sendirian dalam pergumulan hidup.
"Maka komitmen ulang tahun kita mestinya termasuk merawat persekutuan-persekutuan agar jangan ada yang merasa terabaikan dan tak dipedulikan dalam gereja," kata Mery.
Menurut dia, tahun lalu dan tahun ini warga mengalami ancaman kekeringan yang mengakibatkan banyak jemaat mengalami gagal tanam dan gagal panen.
Karena itu, demikian Mery, hendaknya hal ini menjadi kesempatan bagi jemaat untuk mengupayakan karya terbaik menanggulangi dampak perubahan iklim. Salah satu caranya, lanjut Mery, mendidik diri dan persekutuan jemaat tentang perilaku yang kembali berdamai dan bersahabat dengan alam.
Dalam usia 69 tahun, kata Mery, mestinya dengan jujur harus bertanya, apakah sudah bangga menjadi bagian dari gereja atau apakah bangga sebagai warga GMIT.
"Bahkan, kita perlu bertanya hal-hal apakah yang seharusnya membuat kita bangga sebagai warga gereja. Kebanggaan kita mestinya bukan terutama terletak pada kemampuan kita membangun gedung gereja yang besar dan mewah. Atau oleh karena kita memiliki sistem pembayaran gaji pendeta yang bagus. Semuanya itu ada kebaikannya, namun kebaikannya terbatas, jika itu dihubungkan dengan hakikat gereja," tegas Mery.
Menurut dia, kebanggaan sebagai gereja yang merayakan 69 tahun usia mestilah diletakkan pada kemampuan menjadi gereja yang melaksanakan misinya. Menjadi gereja yang misioner itu terwujud dalam kehidupan persekutuan yang setia dalam beribadah dan berdoa, melakukan dengan tekun dan gembira, pekerjaan pemberitaan dan pengajaran kehendak Allah.
"Melayani mereka yang miskin dan tertindas, bersekutu dalam saling peduli dan menopang, menata kehidupan bergereja dengan teratur, jujur, dan bertanggung jawab, serta memelihara alam semesta sebagai penata rumah Allah yang setia kepada Allah, pemilik bumi dan segala isinya," kata Mery.
Pada Bulan Oktober ini, demikian Mery, umat Kritiani memiliki banyak hal untuk dirayakan, yakni 69 tahun usia gereja dan 499 tahun Gereja Reformasi sedunia, serta kesempatan khusus untuk menghayati makna dan menata hidup berkeluarga.
"Momen 499 tahun Gereja Reformasi mengingatkan GMIT bahwa GMIT adalah gereja reformasi yang harus terus memperbaharui diri. Semboyan ecclesia reformata semper reformanda (gereja reformasi harus terus memperbaharui diri) menjadi tanda ingat bahwa GMIT tak boleh nyaman dalam status quo. GMIT perlu memelihara komitmen untuk transformasi dan pembaharuan terus-menerus," harap Mery. (yel)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pdt-mery-kolimon_20160110_203141.jpg)