Penutupan Bulan Keluarga GMIT

Memberi Karena Sudah Dapat

Ketua Majelis Jemaat GMIT Syalom Kupang, Pdt. Desiana Rondo-Effendy, M.Th, mengatakan, pemberian tiga kunci rumah kepada jemaat itu bagian dari pelaya

Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Jemaat Syalom Kupang mengikuti ibadah penutupan bulan keluarga, Senin (31/10/2016). 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Ketua Majelis Jemaat GMIT Syalom Kupang, Pdt. Desiana Rondo-Effendy, M.Th, mengatakan, pemberian tiga kunci rumah kepada jemaat itu bagian dari pelayanan diakonia saat bulan keluarga.

"Dalam berbagai kesempatan di bulan keluarga ini saya selalu sampaikan dan ajak jemaat untuk memberi atau berbagi. Kita beri bukan untuk mendapat sesuatu, tetapi karena kita sudah dapat dari Tuhan," kata Pdt. Desiana.

Penutupan Bulan Keluarga ini dipadukan dengan HUT ke-69 GMIT dan HUT ke-499 Reformasi. Ibadah syukur dipimpin Pdt. Emiritus Godlief Ratuwalu, S.Th

"Ada panitia yang bekerja untuk tiga acara ini. Untuk bulan keluarga kami melakukan diakonia dengan membangun rumah bagi tiga kepala keluarga yang kurang mampu. Kegiatan ini berupa pembangunan dua rumah baru dan satu bedah rumah," jelas Desiana. Ia mengatakan GMIT Syalom terdiri dari 11 rayon, empat orang pendeta dan 268 penatua dan diaken.

Dalam bulan keluarga sejak 1-31 Oktober 2016, panitia yang diketuai oleh Matyani Ndoen dan Sekretaris, Soleman Sooy, membangun tiga rumah itu sebagai wujud nyata pelayanan panitia dan jemaat kepada warga yang kurang mampu.

"Kita juga dapat sponsor dari beberapa lembaga dan perorangan. Puji Tuhan kita bisa bangun tiga rumah untuk tiga kepala keluarga. Masih ada rencana satu kepala keluarga lagi dan kini masih tahap persiapan," ujarnya.

Pendeta Desiana menjelaskan, kondisi rumah tiga kepala keluarga itu diperoleh gereja dari ketua rayon masing-masing di wilayah setempat.

"Saat ini kita setahun satu kali melakukan diakonia. Program ini terus berlanjut dengan jumlah setahun dua sampai tiga kali, sehingga dalam satu tahun kita bisa bantu sembilan untuk sembilan kepala keluarga. Ini merupakan pelayanan nyata," katanya.

Desiana mengatakan, gereja harus lebih membuka diri dan membuat jejaring. Dirinya juga berharap apa yang dilakukan ini akan menjadi program tetap dan menjadi sprit bagi semua jemaat di GMIT Syalom Kupang .

"Dengan momen bulan keluarga, kami beri penyegaran bagi keluarga-keluarga Kristen. Momen bulan keluarga juga sebagai spirit bagi jemaat untuk lebih memperhatikan keluarga," katanya.

Desiana menjelaskan, saat pembukaan Bulan Keluarga pada Sabtu (1/10/2016), jemaat di gereja itu menggelar jalan santai bersama sebagai bentuk kebersamaan dalam mengawali bulan keluarga.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Syalom, Pdt. Desiana Rondo-Effendi,M.Th
Ketua Majelis Jemaat GMIT Syalom, Pdt. Desiana Rondo-Effendi,M.Th dan Ketua Panitia Matyani Ndoen memantau persiapan acara HUT GMIT dan Hari Reformasi di gereja setempat, Senin (32/10/2016).

Sementara Pdt. Emiritus Godlief Ratuwalu, S.Th mengatakan, keluarga Kristen harus menjadi panutan.

"Keluarga Kristen harus tolong-menolong bukan sekadar ucapan syalom. Dan, jangan berpikir diri paling sempurna. Sadarilah bahwa kita semua sama di hadapan Tuhan," tegasnya. Pendeta Ratuwalu juga mengingatkan pentingnya berempati dengan sesama. "Cinta kasih menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan rumah tangga Kristen," katanya.

Ibadah syukur akhir bulan keluarga kemarin dihadiri ratusan jemaat Syalom Kupang. Para pendeta ketika hendak masuk ke tempat acara disambut tarian dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya NTT. Seusai ibadah syukuran dilanjutkan penarikan undian berhadiah dan ramah tamah. (yel)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved