Penutupan Bulan Keluarga GMIT
Jemaat GMIT Menangis Terima Kunci Rumah
Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Syalom Kupang, Joni Paloha sempat menangis seusai menerima kunci rumah dari pimpinan Gereja dan Panitia B
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Syalom Kupang, Joni Paloha sempat menangis seusai menerima kunci rumah dari pimpinan Gereja dan Panitia Bulan Keluarga di gereja itu, Senin (31/10/2016).
Joni adalah seorang kepala keluarga kurang mampu yang mendapat pelayanan diakonia.
Seperti disaksikan Pos Kupang, Senin (31/10/2016) malam, acara penyerahan kunci ini berlangsung setelah ibadah syukur Penutupan Bulan Keluarga, HUT ke-499 Reformasi dan HUT ke -69 GMIT.
Panitia menyerahkan tiga kunci rumah masing-masing kepada Joni Paloha dan Darius Ke dari rayon Bakunase 1 dan Petrus Benyamin Loe dari Rayon Bakunase 3.
Kunci rumah sebelumnya diserahkan Ketua Panitia Matyani Ndoen kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Syalom Kupang, Pdt. Desiana Rondo-Effendy, M.Th.
Pdt. Desiana menyerahkan kunci kepada Petrus Benyamin Loe, Matyani Ndoen menyerahkan kunci kepada Darius Ke.
Sedangkan kunci rumah untuk Joni Paloha diserahkan Kepala Badan Perpustakaan Daerah NTT, Frederik JW Tielman.
Penyerahan kunci rumah disaksikan pula oleh tiga pendeta di GMIT Syalom, Pdt. Hengky Abineno, S.Th, Pdt.Natalinda Lay-Pandie, S.Th dan Pdt. Flora Welfrat-Manafe,S.Th serta Pdt Emiritus Godlief Ratuwalu, S.Th.
Joni Paloha saat menerima kunci dari Frederik Tielman nampak terharu. Joni sempat meneteskan air mata ketika menerima kunci. Saat foto bersama para pendeta, Joni sudah tidak mampu menahan air matanya sampai kembali ke tempat duduk.
Kepada Pos Kupang, Joni mengaku senang bercampur haru. "Saya terharu sampai menangis karena dari sekian banyak jemaat di GMIT Syalom Kupang saya dipilih untuk mendapat bantuan diakonia yakni bedah rumah," kata Joni.
Dikatakannya, dia sempat merasa minder ketika pertama kali mendapat kabar akan menerima bantuan itu. Namun, akhirnya ia bisa menerima karena bantuan itu merupakan berkat Tuhan.
"Ketika Ketua Panitia Bulan Keluarga, HUT GMIT dan HUT Reformasi, Yani Ndoen ke rumah dan tanya saya mau terima bantuan ini, saya berpikir dalam hati, kalau saya tolak ini berkat Tuhan nanti suatu saat pasti saya susah dapat berkat. Saat itu saya bilang saya siap terima," kata Joni sambil mengusap air mata.
Petrus Benyamin Loe, penerima lainnya juga senang dan mengucapkan terima kasih kepada panitia, seluruh jemaat serta ketua majelis jemaat dan jajaran yang telah membantu keluarganya bisa menempati rumah permanen.
"Saya berterima kasih buat panitia dan gereja yang sudah bantu saya," kata Petrus Loe.
Darius Ke mengatakan, dirinya tidak bisa membalas apa yang diberikan panitia dan jemat Syalom Kupang. Dia hanya berdoa agar Tuhan dapat membalasnya.
"Saya tidak bisa balas semua pengorbanan panitia dan jemaat. Saya berdoa biar Tuhan yang membalas," demikian Darius Ke. (yel)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pdt-mery-kolimon1_20160110_203028.jpg)