Jangan Jadikan Seks sebagai “Senjata” Saat Bertengkar dengan Suami

Jangan anggap sepele konflik yang terlerai dengan pasangan Anda. Sebab, konflik atau pertengkaran yang didiamkan adalah mesin waktu yang mendorong per

Jangan Jadikan Seks sebagai “Senjata” Saat Bertengkar dengan Suami
Net
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM -- Menjalani pernikahan otomatis pasangan suami istri seringkali terbentur dengan konflik dan pertengkaran dari waktu ke waktu.

Jangan anggap sepele konflik yang terlerai dengan pasangan Anda. Sebab, konflik atau pertengkaran yang didiamkan adalah mesin waktu yang mendorong pernikahan bergulir karam.

Umumnya, pernikahan yang gagal terjadi karena salah satu pihak berhenti mencari solusi atau sudah hilang keinginan dalam mengupayakan jalan keluar.

Selain itu, konflik rumahtangga selalu memengaruhi hubungan intimasi antara suami dan istri.

Tak ayal, banyak istri yang menggunakan seks sebagai “senjata” untuk memenangkan konflik.

Salah satunya berhenti berhubungan seksual sampai suami mengaku salah dan meminta maaf.

Menurut Simon Marcel Badinter, seorang presenter radio iHeart Radio dan konsultan hubungan yang berbasis di New York, AS, memanfaatkan seks untuk memenangkan argumen adalah pilihan yang destruktif.

“Seks seharusnya menjadi bentuk ekspresi cinta pasangan dan berjalan secara natural atau spontan,” terang Badinter.

Badinter menyarankan agar tidak menggunakan seks sebagai gerakan untuk memanipulasi pasangan.

“Komunikasi antara suami dan istri mestinya berjalan dua arah, jangan ‘menyandera’ kebutuhan suami hanya karena tidak mau kalah saat menghadapi konflik,” pungkasnya.(Kontributor Female, Usihana/Kompas.com/Style Caster)

Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved