Walikota Kupang Diperiksa Panwas Terkait Mutasi pada 1 Juli 2016

Sekitar pukul pukul 12.00 Wita Jonas tiba di kantor Panwas sesuai waktu undangan. Jonas Salean diperiksa Ketua Panwas Pilkada, Germanus Attawuwur dan

Walikota Kupang Diperiksa Panwas Terkait Mutasi pada 1 Juli 2016
HERMINA PELLO
BERSAMA--Walikota Kupang, Jonas Salean foto bersama Panwas Pilkada Kota Kupang dan relawan Sahabat usai diperiksa Panwas Pilkada di Kantor Panwas Kota Kupang, Jumat (21/10/2016) 

POS KUPANG.COM, KUPANG-- Walikota Kupang, Jonas Salean , SH, MSi diperiksa Panitia Pengawas (Panwas) pilkada Kota Kupang karena ada laporan masyarakat terkait mutasi dan pelantikan pejabat di Pemkot yang dilakukan tanggal 1 Juli 2016.

Walikota Kupang, Jonas Salean memenuhi undangan Panwas Pilkada Kota Kupang. Sekitar pukul pukul 12.00 Wita Jonas tiba di kantor Panwas sesuai waktu undangan. Jonas Salean diperiksa Ketua Panwas Pilkada, Germanus Attawuwur dan anggota Panwas Ismael Manoe sekitar satu jam.

Para pelapor beranggapan Walikota Kupang, Jonas Salean yang saat ini sebagai bakal calon Walikota Kupang telah melanggar aturan UU nomor 10 tahun 2016
Ditemui usai pemeriksaan, Jonas Salean mengatakan dia diambil keterangannya berkaitan dengan pelantikan tanggal 1 Juli 2016 di Kota Kupang.

"Saya mau katakan bahwa berkaitan dengan waktu maka pelantikan ini dilaksanakan sebelum UU nomor 10 tahun 2016 ini diundangkan dan masuk ke dalam lembaran negara. Pelantikan dilaksanakan pagi hari sedangkan UU tersebut diundangan pada sore hari," ujarnya.

Jonas mengatakan dari KPU Kota Kupang sudah bersurat ke Menteri Hukum dan HAM dan sudah ada jawaban dari sana bahwa UU itu diundangkan pada sore hari, pada waktu diundangkan

"Jadi aliansi yang melapor itu salah tafsir UU tersebut. Saya yakin tidak salah. Ada surat yang ditandatangani menteri. Ini harus disampaikan kepada masyarakat untuk pencerahan kepada seluruh warga kota bahwa pelantikan itu tidak bermasalah. Itu hanya dibuat lawan politik. Apalagi aliansi itu tidak terdaftar di Kesbangpol," kata Salean. Seraya mempersilahkan Panwas pilkada untuk melakukan tugas sesuai dengan mekanisme yang ada di panwas.

Ketua Panwas pilkada Kota Kupang, Germanus Attawuwur dan anggota panwas, Ismael Manoe mengatakan undangan yang disampaikan itu untuk memberikan klarifikasi terkait laporan masyarakat yakni mutasi yang dilakukan pada tanggal 1 Juli 2016.

"Ada banyak yang melapor tapi substansinya sama. Sedangkan laporan dari aliansi itu tidak bisa diproses karena secara legal standing tidak memenuhi syarat. Sedangkan laporan dari masyarakat sudah ditindaklanjuti. Sudah ada tujuh orang yang diperiksa yakni pelapor, saksi dan terakhir adalah Walikota Kupang," ujarnya.

Menurut Attawuwur, Panwas Kota Kupang memiliki waktu lima hari setelah laporan disampaikan karena itu paling lambat Sabtu (22/10/2016) sore pukul 16.00 Wita.
Kedatangan Jonas Salean ke Kantor Panwas Pemilu Kota Kupang diikuti relawan Sahahat yang menggunakan baju kaos berwarna hitam.

"Mereka ini sahabat setia Sahabat. Kedatangan mereka ke sini bukan untuk menakut- nakuti tapi mereka adalah Sahabat kami," kata Jonas Salean (ira)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved