1.200 Warga di Oepoli Minum Obat Anti Penyakit Kaki Gajah

Sebanyak 1.200 warga berusia 2 tahun - 70 tahun di Desa Netemnanu Utara - Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur di perbatasan negara Republic Demokratic Tim

1.200 Warga di Oepoli Minum Obat Anti Penyakit Kaki Gajah
POS KUPANG/JULIUS AKOIT
Seorang anak minum obat kaki gajah 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Sebanyak 1.200 warga berusia 2 tahun - 70 tahun di Desa Netemnanu Utara - Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur di perbatasan negara Republic Demokratic Timor Leste (RDTL) minum obat anti penyakit filariasis (kaki gajah) dalam acara pencanangan Bulan Bakti Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga), Rabu (19/10/2016) pagi.

Kegiatan Belkaga ini dilaksanakan oleh paramedis dari Tim Nusantara Sehat, dipandu Kepala Puskesmas Oepoli, John Tasaes. Lima anggota paramedis dari Tim Nusantara Sehat terdiri dari Afidah Andani, Adrianus Maima, Apriana Merlinda Kolo, Donata Ina S. Kaha, Elisabet Lucia Pinto dan Fajar Kurniawan. Launching Belkaga dibuka oleh Sekcam Amfoang Timur, Ambrosius

"Saat pencanangan Belkaga di Desa Netemnanu Utara, tercatat 1.200 warga langsung minum obat anti penyakit kaki gajah di depan petugas medis," tulis Afidah Andani dalam press realease yang dikirim kepada Pos Kupang, Rabu (19/10/2016) siang.

Obat anti penyakit kaki gajah yang diminum, rinci Afidah, yaitu anak usia 2 - 5 tahun diberi 1 tablet Dec dan 1 tablet Albendasole; anak usia 6 - 14 tahun diberi 2 tablet Dec ditambah 1 tablet Albendazole; dan anak usia 15 tahun ke atas (sampai usia 70 tahun) diberi 3 tablet Dec dan 1 tablet Albendasole.

"Penyakit kaki gajah (filariasis) disebabkan oleh masuknya larva filaria ke tubuh manusia akibat gigitan nyamuk," tulis Afidah.

Upaya preventif untuk mencegah serangan penyakit kaki gajah, lanjut Afidah, yakni minum obat anti penyakit kaki gajah selama 5 tahun berturut-turut, membasmi sarang nyamuk, tidur dengan kelambu dan jangan buang sampah sembarangan atau lingkungan tempat tinggal harus bersih.

Kepala Puskesmas Oepoli, John Tasaes, yang dihubungi terpisah, mengatakan Belkaga dilaksanakan di Oepoli karena di wilayah tersebut sudah ada 6 pasien kaki gajah. Karena itu pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang bertekad untuk mengeliminasi penyakit kaki gajah di Oepoli.

"Total ada 7.025 jiwa warga yang menjadi sasaran eliminasi penyakit kaki gajah di Oepoli. Kami bertekad sampai akhir bulan Oktober 2016 kegiatan eliminasi dengan cara minum obat anti penyakit kaki gajah sudah mencapai target," jelas Tasaes.*

Penulis: Julius Akoit
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved