"Gedung Panin Bintaro Akhirnya Rebah Juga"

Sore menjelang di kawasan Bintaro Sektor 7, Tangerang Selatan, Sabtu (15/10). Trotoar ramai warga.

KOMPAS.com/Kahfi Dirga Cahya
Proses perobohan Gedung Panin di Bintaro, Tangerang Selatan, mulai dikerjakan lagi, Sabtu (15/10/2016). 

POS KUPANG.COM -- Sore menjelang di kawasan Bintaro Sektor 7, Tangerang Selatan, Sabtu (15/10). Trotoar ramai warga. Ada yang duduk berselonjor ataupun berbincang-bincang dengan orang di sebelahnya. Mereka semua menghadap ke barat, ke arah gedung Panin Bintaro yang dalam proses pembongkaran, tetapi tak kunjung roboh.

Sore itu, sedikitnya 18,5 jam telah berlalu sejak kontraktor pembongkaran gedung Panin memulai proses perobohan gedung. Sejak Jumat (14/10) pukul 22.30, proses perobohan mulai dikerjakan dengan memberikan beban berupa pasir basah di atap gedung.

"Akhirnya gedung Panin Bintaro rebah juga," ucap Teddy Karya Nugraha (51), salah seorang warga Bintaro yang tengah menonton, sambil memperlihatkan foto di telepon pintarnya. Foto itu adalah gambar gedung Panin yang sedang dibongkar, lalu teleponnya ia putar sehingga gambar gedung seperti rebah. "Bukan roboh, baru rebah, ha-ha-ha," ujarnya terkekeh.

Guyonan Teddy itu menggambarkan rasa penasaran sekaligus frustrasi orang-orang yang menyaksikan proses perobohan ini. Awalnya, proses pembongkaran gedung itu disebutkan akan selesai dalam waktu kurang dari sembilan jam. Namun, bahkan hingga hari berganti menjadi Minggu, gedung itu masih tegar berdiri.

Pembongkaran gedung setinggi 86 meter ini memang mengundang perhatian warga. Tak heran mengingat ini adalah pembongkaran gedung jangkung pertama di Indonesia. Selain itu, gambaran gedung sebesar itu roboh seketika juga diangankan jadi pemandangan spektakuler.

Sejak Jumat malam, warga berduyun-duyun melihat proses pembongkaran. "Saya datang sejak (Jumat) malam, lalu pulang lagi ke rumah. (Sabtu) pagi datang lagi karena (katanya) jadwalnya pukul 06.00 akan roboh. Yang menarik itu, kan, pas gedungnya roboh. Selain itu agar prosesnya cepat selesai," ujar Teddy, warga Bintaro.

Erwin (49), pengunjung lain, datang bersama anak bungsunya, Fajar (9), sejak Sabtu pukul 09.00. Dia baru tidur beberapa jam karena malam harinya juga begadang menonton proses pengangkatan karung-karung pasir hingga pukul 04.00 dini hari. "Anak ini (Fajar) nagih melulu. Udah gak sabar pengen lihat gedung roboh," kata warga Pondok Aren, Tangsel, itu.

Selain ingin melihat robohnya gedung, tambah Erwin, dirinya juga penasaran dengan teknik merobohkan gedung tinggi seperti ini. Sebab, ketika melihat tayangan perobohan gedung di negara lain melalui televisi, merobohkan gedung itu cepat dengan memakai dinamit.

Sejumlah celetukan warga terdengar saat menunggu robohnya gedung, dari yang ilmiah hingga yang bercanda sampai yang berbau-bau mistis.

"Tekniknya sih canggih, tetapi penghuni gedungnya lebih canggih, tuh, he-he-he," ujar seorang petugas satpam gedung perkantoran di seberang gedung Panin itu.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved