Claudia Imelda Alok Ingin Jadi Pemimpin

Ruangan pendingin ini saban hari digunakan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, untuk memimpin rapat-rapat dengan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daera

Claudia Imelda Alok Ingin Jadi Pemimpin
POS KUPANG/EDY HAYONG
Claudia Imelda Alok 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Ruang rapat Gubernur NTT di lantai II Kantor Gubernur NTT di Naikolan, Kota Kupang, Kamis (13/10/2016) lain dari biasanya.

Ruangan pendingin ini saban hari digunakan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, untuk memimpin rapat-rapat dengan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tingkat provinsi.

Omong soal rapat, maka gubernur pasti menempati kursi sendiri yang agak istimewa dari peserta rapat lainnya dan tidak semua orang pejabat setingkat eselon II yang duduk di kursi gubernur di ruang rapat itu.

Namun, pada hari itu, kursi Gubernur NTT menjadi 'milik sementara" pemilik nama lengkap, Claudia Imelda Alok, siswi kelas II SMAN I Sikka. Saat itu Claudia dipercayakan rekan-rekannya menjadi 'Gubernur NTT' sehari dalam memimpin rapat dengan pimpinan SKPD sementara tingkat provinsi dalam rangka hari anak perempuan internasional yang digagas Plan Internasional Indonesia.

Claudia yang juga anggota Forum Anak Sikka, ketika ditanya Pos Kupang mengenai perasaannya ketika dipercayakan menjadi 'Gubernur NTT' Sehari seusai memimpin rapat di ruang rapat gubernur, Kamis (13/10/2016) menyatakan kegembiraannya.

Claudia yang mengenakan baju kemeja putih dipadu jaket merah muda, sangat lancar menuturkan apa yang dia rasakan memimpin rapat sekitar dua jam.

Ia mengaku senang, tetapi juga tantangan karena dia harus memposisikan diri sebagai pemimpin yang harus mendengar, mengarahkan dan menyimpulkan semua masukan dari peserta rapat.

Namun, berbekalkan pengalaman sebelumnya menjadi Bupati Sikka Sehari, Claudia tidak canggung atau gugup selama memimpin rapat bersama pimpinan SKPD sementara itu.

"Saya harus berikan kesan sebagai seorang pemimpin dalam memimpin rapat. Menjadi pemimpin yang berwibawa, tegas dan ini menjadi tantangan buat saya. Menjadi Gubernur NTT Sehari ini memang sangat bertolak belakang sekali dengan kami sebagai anak-anak, sehingga pada saat saya tampil menjadi gubernur di kursi pimpinan, peran anak-anak harus ditinggalkan dan harus tampil sebagai seorang pemimpin sesungguhnya," ujar
Claudia.

Menurutnya, sebelum menjadi Gubernur NTT Sehari, seluruh peserta diseleksi dahulu di tingkat kabupaten menjadi bupati sehari. Dari semua daerah dampingan Plan Internasional Indonesia, baru Kabupaten Sikka menjadi kabupaten pertama yang menerapkan program bupati sehari dan karena itu di tingkat provinsi, dirinya yang dipercayakan karena dinilai rekan-rekannya sudah punya bekal memimpin rapat.

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved