Polisi Repot Mengobati Tersangka, Saat Warga Hajar Maling Burung Babak Belur

Masyarakat Kota Ungaran, Kabupaten Semarang, geram terhadap maraknya aksi pencurian burung milik warga beberapa pekan terakhir ini.

Polisi Repot Mengobati Tersangka, Saat Warga Hajar Maling Burung Babak Belur
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, UNGARAN -- Masyarakat Kota Ungaran, Kabupaten Semarang, geram terhadap maraknya aksi pencurian burung milik warga beberapa pekan terakhir ini.

Begitu ada pelaku pencurian burung tertangkap, warga beramai-ramai meluapkan emosinya kepada pelaku.

Hal itu terjadi di Jalan Pelita Raya, Pundungputih, Kelurahan Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (11/10/2016) sekitar pukul 02.30 WIB. Warga memergoki Zul (19) dan komplotannya mencuri burung kepodang di rumah anggota TNI.

Hanya Zul yang tertangkap, kawan-kawannya kabur. Warga Tanjungmas, Kota Semarang, itu menjadi bulan-bulanan warga tak bisa menahan emosi.

"Dia sebenarnya bukan pelaku utama, kebetulan dia tugasnya menunggu di luar. Menurut pengakuan tersangka, ada 5 orang, 2 orang yang masuk ke rumah korban," kata Kapolsekta Ungaran Komisaris Polisi Suparji, Selasa (11/10/2016) siang.

Suparji menyesalkan tindakan main hakim sendiri tersebut. Ia mengimbau agar masyarakat segera menyerahkan atau melapor ke polisi manakala menangkap tangan pelaku kriminal.

"Kalau sudah bonyok itu juga merepotkan. Di samping menyalahi hukum, kita juga yang akhirya mengobati. Makanya kita mengimbau, mengarahkan, ke depan jika ada kejadian serupa, segera kontak polsek terdekat agar cepat kita amankan," kata dia,

Untuk mencegah kejadian serupa, Polsekta Ungaran sudah mengerahkan petugas, baik yang berpakaian dinas maupun berpakaian sipil, untuk melakukan patroli di Kota Ungaran.

"Kita bersyukur juga beberapa minggu ini bisa menekan lagi (angka kriminalitas). Ya tapi yang namanya pelaku ini selalu mencari kelengahan petugas," kata dia.

Mengenai pencurian burung di Kelurahan Gedanganak ini, polisi masih mendalami keterangan dari tersangka. Ada dugaan bahwa komplotan tersebut sudah beberapa kali melakukan aksinya di wilayah Ungaran.

Suparji mengatakan kasus pencurian burung di wilayah hukumnya sering terjadi, tetapi hanya sedikit warga yang melaporkannya secara resmi ke polisi.

Berdasarkan catatan laporan resmi yang masuk ke Polsekta Ungaran, ada tiga laporan kasus pencurian burung. Namun, ia meyakini angkanya lebih dari itu, lantaran banyak korban yang enggan melapor ke polisi.

Pada Oktober lalu, Bagus Dwinanda (32), warga Perum Ungaran Baru RT 5/12 Leyangan, Ungaran Timur, kehilangan burung kacer miliknya sekitar pukul 03.00 WIB.

"Harganya sekitar Rp 500.000," kata Bagus.

Bagus tidak melaporkan kasus pencurian tersebut kepihak kepolisian karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya. (Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved