Frans Taislulu Tewas di Kamar Tidur

Frans Taislulu ditemukan sudah tak bernyawa di kamar tidurnya di RT 10/RW 03 Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, K

Frans Taislulu Tewas di Kamar Tidur
Maxi Marho
TKP -Kapolsek Maluafa, Kompol Siryati memimpin olah TKP kamar tempat korban ditemukan tewas, Sabtu (8/10/2016). 

POS KUPANG.COM, KUPANG --Pria paruh baya bernama Frans Taislulu (54), ditemukan sudah tak bernyawa di kamar tidurnya, Sabtu (8/10/2016) sekitar pukul 08.30 Wita. Peristiwa tewasnya Frans menghebohkan warga Kelurahan Fatukoa dan sekitarnya.

Frans Taislulu ditemukan sudah tak bernyawa di kamar tidurnya di RT 10/RW 03 Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Pria asal Kefamenanu ini menempati kamar di rumah milik Yakob Nomleni.

Yakob Nomleni yang ditemui mengatakan, sudah setahun lebih korban menempati salah satu kamar di sebuah rumah berdinding bebak di depan rumahnya. Sehari-hari korban bekerja sebagai buruh pemecah batu karang.

"Sejak minggu lalu dia mengeluh sakit kepala. Mungkin dia maag juga dengan ada penyakit lain. Cuma kami ajak dia untuk berobat ke puskesmas dia tidak mau," kata Nomleni.
Pada malam harinya, kata Nomleni, korban masih sempat nonton televisi sesudah makan di rumah. "Waktu dia masih nonton tivi, istri dan anak-anak saya juga nonton tivi. Saya kemudian pergi mengikuti acara keluarga. Saya pulang ke rumah mereka semua sudah tidur," cerita Nomleni.

Pagi harinya, kata Nomleni, sampai sekitar pukul 08.30 Wita Frans belum bangun juga untuk makan pagi. Nomleni kemudian mengetuk pintu kamar dan memanggil-manggilnya tapi tidak ada jawaban. Sampai memukul-mukul dinding kamar dan melihat dari celah dinding. Karena korban tidak menjawab dan tampak tenang, Nomleni curiga. Nomleni lalu memberitahukan ketua RT, RW dan menelpon BKS Kota Kupang.

Setelah petugas BKS Kota Kupang datang dan mendobrak pintu kamar, ternyata Frans sudah tidak bernyawa lagi. Rencana membawa korban ke rumah sakit untuk berobat pun batal.

Wilhelmina Nomleni-Uly, istri dari Yakob Nomleni mengatakan, Frans seorang diri dan tidak memiliki istri-anak. Meski sudah berusia 54 tahun, namun belum juga menikah.
Karena biasa datang di rumah mereka dan bekerja sebagai buruh di sekitar wilayah Fatukoa, sehingga korban tinggal di rumah mereka. (mar)

Sriyati: Tidak Ada Kekerasan
KAPOLSEK Maulafa, Kompol Sriyati yang mendapat laporan mengenai penemuan mayat seorang pria di kamar tidurnya, Sabtu (8/10/2016) pagi, lansung turun ke TKP bersama anggota. Oleh polisi kemudian dilakukan olah TKP dan diperiksa kondisi korban oleh dokter forensik dari RS Bhayangkara Kupang.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sehingga kemungkinan korban meninggal karena sakit," kata Sriyati.

Karena itu, kata Sriyati, kasus penemuan mayat di RT 10 RW 03 Kelurahan Fatukoa dipastikan tidak terjadi akibat tindakan kriminal. Meski demikian polisi tetap mengambil keterangan dari sejumlah saksi dan pemilik rumah. (mar)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved