Sering Tapaleuk, Kepala Puskesmas Oepoli dan Kepala Puskesmas Oenuntono Bakal Dicopot

Kepala Puskesmas Oenuntono, Remigius S dan Kepala Puskesmas Oepoli, Frans Takaeb bakal dicopot dari jabatannya. Pasalnya kedua pejabat ini lebih banya

Sering Tapaleuk, Kepala Puskesmas Oepoli dan Kepala Puskesmas Oenuntono Bakal Dicopot
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS-KUPANG.COM, OELAMASI -- Kepala Puskesmas Oenuntono, Remigius S dan Kepala Puskesmas Oepoli, Frans Takaeb bakal dicopot dari jabatannya. Pasalnya kedua pejabat ini lebih banyak 'tapaleuk' (pelesir, Red) dan jarang masuk kantor.

"Iya ada dua kepala puskesmas yang akan dicopot. Sebab mereka malas masuk kantor. Warga dan stafnya lapor bilang mereka lebih suka tapaleuk di kota dari pada pergi ke desa untuk bekerja," jelas Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Robert AJ Amaheka, Minggu (2/10/2016) malam.

Dua kepala kepala puskesmasa itu, papar dr. Amaheka yaitu Kepala Puskesmas Oepoli, Frans Takaeb dan Kepala Puskesmas Oenuntono, Remigius S.

"Kalau Kepala Puskesmas Oepoli itu, dia tiga sampai empat bulan baru masuk kantor. Padahal di Oepoli ada rumah di Dinas. Warga sering mengadu ke Kantor Dinkes Kupang dan DPRD Kabupaten Kupang," jelas dr. Amaheka ketika ditanyakan apa kesalahan fatalnya.

Perilaku yang sama, lanjutnya, juga dipertontonkan oleh Kepala Puskesmas Oenuntono, Remigius S. Yang bersangkutan jarang masuk kantor. Selain itu, para perawat dan bidan di Puskesmas Oenuntono masuk kerja di atas pukul 10.00 wita atau pukul 11.00 wita.

"Herannya, setiap bulan laporan administrasi yang dibuat Kepala Puskesmas Oenuntono selalu rapi dan bagus. Bahkan laporan adaministrasinya masuk ke Kantor Dinkes Kupang paling pertama jika dibandingkan 25 puskesmas lainnya. Ternyata hanya buat laporan ABS (asal bapak senang, Red)," jelas Amaheka kesal.

Sebelumnya, Jumat pekan lalu, dalam Sidang Perubahan APBD Kabupaten Kupang TA 2016, Fraksi Partai Hanura dan Fraksi Partai Demokrat melaporkan secara tertulis dalam pemandangan fraksinya tentang ulah kepala puskesmas bersama bidan dan perawat yang malas dan jarang bertugas di puskesmas. Sehingga pasien banyak terlantar.

"Kepala Puskesmas Oenuntono jarang masuk kantor. Perawat dan bidan masuk kantor di atas jam 10.00 wita bahkan jam 11.00 wita siang. Pasien terlantar dan menunggu berjam-jam. Padahal ada rumah dinas untuk staf dan kepala puskesmas. Sebaiknya mereka dicopot saja," tulis Fraksi Partai Demokrat dalam laporan pemandangan umum fraksinya.

Fraksi Partai Demokrat beranggotakan Yakobertus Seran B. Asa Feni (Ketua), Nimrot J.J. Leka (Wakil Ketua), Ny. Ursula M. Totos Bella (anggota) dan Jemry Oematan - Touselak.

Menanggapi laporan Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Hanura, Bupati Kupang, Ayub Titu Eki berjanji akan membentuk Komite Etik di Kantor Dinkes Kabupaten Kupang. Tugasnya adalah memberikan sanksi kepada para kepala puskesmas dan stafnya yang malas masuk kantor dan terlambat masuk kantor. Bahkan bila perlu dicopot secepatnya.*

Penulis: Julius Akoit
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved