CATATAN DARI PON XIX 2016 JABAR

Maria Susanti Isabella : Bonus Ditabung

Ini pertandingan pertama Santi mengikuti even Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jabar dari cabor kempo

Maria Susanti Isabella : Bonus Ditabung
Ferry Ndoen
Kenshi putri Maria Susanti Isabela peraih medali emas nomor randori PON XIX 2016 Jabar berama Ny. Yeni Veronika, SH (Ketua Kontingen Kempo NTT) yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai usai penyerahan medali, di Gedung Sabuga, ITB, tanggal 28 September 2016

POS KUPANG.COM, KUPANG - Perjuangannya untuk memenangkan pertandingan sangat luar biasa. Terbukti, saat tampil di laga penyisihan pertama, ia kalah dari atlet putri Provinsi Sulawesi Selatan.

Namun dalam pertandingan kedua, Maria Susanti Isabella, tampil lebih percaya diri dan menang dari atlet putri Sulawesi Tenggara. Saat berhadapan dengan kenhsi asal Papua, juga berhasil menang.

Ketika bertarung melawan atlet putri Kalimantan Selatan, Santi, demikian akrab disapa, menang dan lolos ke semifinal. Dalam pertandingan selanjutnya, Santi menang melawan atlet tuan rumah Jawab Barat. Di partai final, Santi mengalahkan atlet putri Sulawesi Tengah, sehinga ia meraih medali emas.

Tekadnya agar meraih medali emas sudah terpatri sejak dirinya mengikuti program pemusatan latihan daerah di Kupang.

"Ini pertandingan pertama Santi mengikuti even Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jabar dari cabor kempo," ujar Santi.

Gadis asal Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, ini merupakan salah satu atlet yang memperkuat Kontingen PON NTT di PON XIX Jawa Barat.

Ternyata keinginan untuk mempersembahkan medali emas bagi rakyat Flobamora sudah bulat setelah dirinya berhasil meraih medali emas di Prakualifikasi PON XIX 2015, di Surabaya Jatim, tahun 2015 lalu. Santi baru tamat SMA tahun 2016.

Didampingi Ketua Kontingen Kempo NTT, Ny. Yeni Veronika, S.H, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Rabu (28/9/2016), Santi mengatakan, bonus yang diberikan Pemerintah Provinsi NTT atas prestasinya meraih medali emas di PON XIX Jabar akan ditabung untuk kebutuhan pendidikan.

"Nanti uang bonus PON akan Santi tabung dalam bentuk deposito agar dimanfaatkan untuk kebutuhan lanjut pendidikan," ujar putri keenam dari delapan bersaudara buah hati dari Yohanis Madi dan Katarina.

Santi mengaku sudah menggeluti olahraga beladiri kempo sejak di bangku SMPK St. Petrus Ruteng, Kabupaten Manggarai. Sejak duduk di bangku SMP, Santi sudah latihan kempo dan mengikuti sejumlah kejuaraan berhasil meraih juara.
Kejuaran yang pernah diikuti Santi, di antaranya Pra PON tahun 2015 di Subaraya, Jawa Timur meraih medali perunggu. Selain itu, Kejurda Kempo di Manggarai tahun 2010 meraih perunggu, Kejurnas Kempo di Makassar, Sulawesi Selatan tahun 2016 dan Surabaya meraih medali emas.

"Di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2014 di Kupang Santi meraih medali emas dari nomor randori," ujar Santi. (ferry ndoen)

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved