Potensi Rupiah Koreksi

Di Pasar Spot, Rabu (28/9/2016), valuasi rupiah melemah 0,02% menjadi Rp 12.957 per dollar AS

Editor: Agustinus Sape
Shutterstock uang
uang 

Laporan Wartawan Kontan, Wuwun Nafsiah, Petrus E

POS KUPANG. COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah mulai kehilangan tenaga. Di Pasar Spot, Rabu (28/9/2016), valuasi rupiah melemah 0,02% menjadi Rp 12.957 per dollar AS. Sementara, di kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah malah menguat 0,7% ke Rp 12.926 per dollar AS.

Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, akumulasi beli pada dollar AS mulai terjadi setelah rupaih menguat signifikan pada Selasa (27/9). Rilis data kepuasan konsumen AS turut mendukung penguatan USD. Tapi keperkasaan USD terbatas lantaran rupiah punya amunisi setelah program tax amnesty membaik.

Wahyu Tri Wibowo, Analis Central Capital Futures menambahkan, tren pergerakan rupiah sebenarnya masih kuat. Asalnya dari keputusan BI memangkas 7-day reverse repo rate pada pekan lalu.

Di samping itu, data ekonomi dalam negeri cukup solid, seperti cadangan devisa yang bertahan di atas US$ 100 miliar, surplusnya neraca perdagangan hingga pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Selanjutnya, data pesanan barang tahan lama AS akan menjadi sentimen penggerak rupiah hari ini (29/9). Di samping itu, pasar juga bakal mencermati testimoni Gubernur The Fed Janet Yellen pada Rabu malam.

Tetapi jika dilihat dari sisi teknikal, Wahyu menduga Kamis (29/9) rupiah akan melemah di kisaran Rp 12.850 - Rp 13.040 per dollar AS. Tebakan Josua pun serupa, mata uang Garuda ini bakal tersungkur di antara Rp 12.900 - Rp 13.000 per dollar AS.*

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved