Inggid Wakano Jaga Kualitas Suara

Kebahagiaan dan kegembiraan terpancar dari wajah imut pemilik nama lengkap Inggid Wakano. Pelajar kelas III SMA Kristen Mercusuar Kupang ini terpilih

Editor: Alfred Dama
Inggid Wakano Jaga Kualitas Suara - inggid-wakano_20160924_002326.jpg
POS KUPANG/ENOLD AMARAYA
Inggid Wakano
Inggid Wakano Jaga Kualitas Suara - inggid-wakano-1_20160924_002046.jpg
POS KUPANG/ENOLD AMARAYA
Inggid Wakano

POS KUPANG.COM -- Kebahagiaan dan kegembiraan terpancar dari wajah imut pemilik nama lengkap Inggid Wakano. Pelajar kelas III SMA Kristen Mercusuar Kupang ini terpilih menjadi Juara I Pemilihan Bintang Radio Indonesia Tahun 2016 yang diselenggarakan RRI Kupang.

Inggid, begitu akrabnya, patut berbangga karena di saat ia baru merayakan hari lahirnya yang ke-17 tanggal 20 September 2016, ia mendapatkan kado terindah dari hasil kerja kerasnya bernyanyi.

Kepada Pos Kupang di halaman Kantor RRI Kupang pada malam final Pemilihan Bintang Radio Indonesia, Rabu (21/9/2016), Inggid mengaku bangga dan senang mendapat juara dalam ajang bergensi ini.

Apalagi, tutur Inggid, ia bersama rekan juara kategori pria, Rizal Masae, akan mewakili NTT mengikuti Pemilihan Bintang Radio Indonesia di Kendari, Sulawesi Tenggara pada November 2016 mendatang.

Putri kedua dari enam bersaudara pasangan Jopi Wakano dan Jeli Wakano ini mengatakan, prestasi yang ia raih bukan karena kehebatannya, tetapi atas penyelenggaraan Ilahi.

Inggid sudah menyanyi dan mengikuti lomba menyanyi sejak usia lima tahun. Ia sering menyanyi di gereja. Dan, mengikuti ajang Pemilihan Bintang Radio merupakan yang pertama kali diikutinya.

"Saya pertama kali mengikuti Pemilihan Bintang Radio Indonesia RRI Kupang tahun 2016. Memang untuk mengikuti ajang Pemilihan Bintang Radio Indonesia ada satu persyaratan khusus, harus berusia 17 tahun ke atas. Dan, saya genap berusia 17 tahun tanggal 20 September 2016 ini. Ini adalah kado ulang tahun terindah untuk saya," ujar Inggid yang bercita-cita menjadi seorang notaris ini.

Inggid menuturkan, saat pertama kali mengikuti ajang ini, ia melihat semua peserta yang rata-rata pelajar dan mahasiswa di Kota Kupang memiliki kualitas vokal yang luar biasa.

"Awalnya karena usia saya yang paling mudah dari semua peserta, saya agak gugup. Tetapi puji Tuhan sejak babak penyisihan sampai masuk babak semi final dan babak final malam ini tidak gugup lagi. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik. Inilah hasil kerja keras saya latihan selama ini," kata Inggid, yang lahir di Kupang pada 20 September 1999.

Ia mengatakan, sejak awal audisi sampai di babak semi final, para peserta diberikan kesempatan memilih sendiri lagu yang akan dilombakan di panggung. Namun, lanjutnya, pada babak final, lagu yang dinyanyikan peserta adalah hasil undian dari para juri.

"Memang agak gugup, khawatir kalau lagu yang didapat adalah lagu yang tidak sesuai dengan warna vokal saya. Tetapi, saya bersyukur bisa membawakan lagu ini dengan baik," ujar Inggid.

Inggid membawakan lagu pop berjudul Aku Cuma Punya Hati dengan nada dasar F. Inggid selama ini kontrak kerja dengan TVRI NTT untuk program acara 'Telemusik' setiap hari Jumat .

Di rumah, tutur Inggid, ia latihan dengan keyboard yang dibimbing oleh ayahnya. Ia akan meningkatkan waktu latihan dan mempersiapkan diri dengan baik membawa nama Kota Kupang dan NTT ke tingkat nasional di Kendari.

Untuk terus menjaga kualitas suara, ia memiliki tips-tips khusus antara lain, banyak minum air putih, olahraga pernapasan dan tidak makan makanan yang berlemak dan pedas.

"Kalau mau mengikuti lomba atau ada pementasan, biasanya saya menjaga kualitas vokal. Satu minggu sebelum pentas, biasanya saya mulai pantang beberapa makanan dan minuman, dengan tetap memperbanyak minum air putih," ujar Inggid, yang mengaku tertarik bidang hukum. (nia)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved