Bentrokan Massa Oposisi dan Aparat Puluhan Orang Kongo Tewas

Lebih dari 50 orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah di Kinshasa, ibu kota Republik Demokratik (RD) Kongo, Senin (19/9/2016).

Bentrokan Massa Oposisi dan Aparat Puluhan Orang Kongo Tewas
AFP/Eduardo Soteras
Ratusan demonstran RD Kongo turun ke jalan untuk ambil bagian dalam aksi protes massa oposisi di Kinshasa, 19 September 2016. Beberapa orang di antaranya merusak papan reklame yang antara lain menampilkan wajah Presiden Joseph Kabila. 

POS KUPANG.COM, KINSHASA -- Lebih dari 50 orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah di Kinshasa, ibu kota Republik Demokratik (RD) Kongo, Senin (19/9/2016).

Kelompok oposisi mengatakan, dalam aksi itu terjadi bentrokan antara massa anti-pemerintah dan pasukan penjaga keamanan, seperti dirilis kantor berita Agence France-Presse.

Pemerintah Kongo menyebutkan 17 orang tewas dalam kekerasan di Kinshasa menjelang aksi protes besar Selasa (20/9/2016) ini dan memperingatkan bahwa kematian bisa meningkat.

Koalisi oposisi menyesalkan kekerasan yang telah menyebabkan jumlah korban bertambah.

"Sudah lebih dari 50 orang tewas pada saat ini. Korban terkena tembakan peluru tajam oleh polisi dan pengawal republik ini," kata koalisi oposisi dalam sebuah pernyataan.

Oleh karena itu oposisi meminta warga untuk berkumpul lagi pada hari Selasa (20/9/2016) ini "untuk tanpa ragu-ragu meningkatkan tuntutan yang akan diajukan hari (Senin) ini."

Aksi protes dibatalkan aparat keamanan pada Senin bertujuan menuntut pengunduran diri Presiden Joseph Kabila, yang telah memerintah RD Kongo sejak tahun 2001.

Lawan politiknya berusaha menghalangi langkah Kabila, yang dalam beberapa bulan ini berusaka memperpanjang kekuasaannya melalui berbagai langkah konstitusional.

Bentrokan antara massa anti-pemerintah dan pasukan keamanan negara pada Senin kemarin merupakan yang terburuk sejak Januari 2015.

Menteri Dalam Negeri Evariste Boshab menggambarkan kekerasan terbaru sebagai sebuah upaya "pemberontakan" dan mengatakan, di antara korban tewas itu termasuk tiga polisi.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved