Pilkada Kota Kupang

Anike Mitak Akan Temui Prabowo

Bakal calon Walikota Kupang, dr. Yovita Anike Mitak dan bakal calon Wakil Walikota Kupang, Melitus Ataupah atau Paket KITA akan ke Jakarta menemui Ket

Editor: Alfred Dama
Dok Pos Kupang
Niken Mitak, bakal calon Walikota Kupang 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Bakal calon Walikota Kupang, dr. Yovita Anike Mitak dan bakal calon Wakil Walikota Kupang, Melitus Ataupah atau Paket KITA akan ke Jakarta menemui Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Nike Mitak dan Meliatus Ataupah bersama Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra NTT, Prof. Mia Patty Noah akan bertemu Prabowo untuk menanyakan kepastian surat keputusan (SK) dukungan DPP Gerindra, apakah ke Paket FirManMu ataukah ke Paket KITA.

Rencana bertemu Prabowo tersebut disampaikan dr. Yovita Anike Mitak dan Melitus Ataupah bersama jaringan perempuan pejuang keadilan gender dalam jumpa pers di Kupang, Senin (19/9/2016) sore. Nike Mitak mengatakan, jaringan pejuang keadilan gender sangat kecewa dengan keputusan Partai Gerindra mendukung paket FirManMu (pasangan Jefri Riwu Kore - Hermanus Man)

Pasalnya, demikian Mitak, berdasarkan komunikasi yang dibangun dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra NTT, bahwa surat keputusan DPP Gerindra yang ditandatangani Ketua Umum, Prabowo Subianto, tanggal 10 September 2016 ditujukan kepada paket KITA.

Ia menjelaskan, perjuangan untuk bertarung dalam pilkada Kota Kupang melalui proses panjang. Namun, pada titik akhir, perjuangan itu kandas karena Partai Gerinda mengambil keputusan mendukung Paket FirManMu. Mitak menyatakan, dia bersama forum perempuan masih berjuang sampai batas terakhir bahwa benar-benar tidak bisa didaftarkan sebagai bakal calon di Kota Kupang.

"Saya mengambil Pak Mell sebagai bakal calon wakil karena beliau kader Gerindra. Proses sudah kami lalui dan kami sudah mendapat restu dari DPP PKB tanggal 31 Agustus sehingga kami yakin dengan kader Gerindra pasti akan mendukung paket KITA. Saya tanyakan pada salah satu orang penting di DPP Gerindra tanggal 11 September soal kepastian SK DPP dan dijawab, SK sudah ditandatangani tanggal 10 September malam oleh Ketua DPP Gerindra Pak Prabowo Subianto," ungkap Nike Mitak.

"Pak Esthon (ketua DPD Gerinda NTT, Red) sudah sampaikan itu sehingga kami begitu berharap. Tapi ternyata pada tanggal 18 September 2016 justru SK DPP Gerindra jatuh ke paket lain. Kami sudah sepakat bersama Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra NTT membuat surat kepada Pak Prabowo menyampaikan soal ini, lalu kami akan antar langsung ke Pak Prabowo. Semoga perjuangan ini bisa berhasil," kata Mitak.

Anike Mitak menilai perubahan itu begitu cepat. Pasalnya, tanggal 13 September masih ada penguatan dari Ketua DPD Gerindra NTT bahwa SK bakal ke paket KITA, tapi dalam dua tiga hari belakangan manuver begitu kuat menggoncang dan tiba-tiba pihaknya mendengar SK sudah jatuh ke ke FirManMu.

"Saya sampaikan sejak semula bahwa saya maju bakal calon bukan kehendak pribadi, bukan untuk kepentingan pribadi. Saya maju atas dorongan dan mandat dari komunitas perempuan untuk mengisi ruang publik dari komunitas perempuan. Perjuangan kami ini perjuangan bersama kaum perempuan NTT, utamanya di Kota Kupang. Kami tetap berjuang sampai batas terakhir kami benar-benar tidak bisa mendaftar sebagai bakal calon," tegas Nike Mitak.

Melitus Ataupah mengatakan, sebagai kader Gerindra ia kecewa dengan keputusan Partai Gerindra yang mengeluarkan SK kepada paket yang bukan kader Gerindra. Pasalnya, demikian Melitus, paket mereka sangat meyakini dukungan dari DPP PKB dan melalui fit and proper test dipastikan Gerindra mendukung kader.

"Kami percaya diri tidak akan ke mana-mana. Kami tidak pakai kurir dan berjuang sendiri. Tanggal 10 September 2016 kami mendapat informasi SK Gerindra sudah ditandatangani Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo kepada paket KITA. Lalu tanggal 16 September saya bersama ibu dokter Nike, Prof. Mia Patty Noah, Ibu Vien Agoha, ketemu Ketua DPD Gerindra NTT dan dengan tegas menyatakan dukungan pada kita. Tanggal 18 September pagi, saya bersama Ketua Gerakan Muslim Indonesia atau organisasi sayap Gerindra, Muhamad Yamin, ketemu ketua DPD masih tetap dukungan kepada paket KITA. Tetapi penyerahan sore hari bukan kepada paket KITA, tetapi ke FirManMu yang bukan kader," papar Melitus.

Melitus menyatakan, pihaknya menerima itu sebagai bagian dari perjuangan. "Tetapi saya sangat menyesal dan kecewa. Kenapa sebagai kader tidak diberikan kesempatan. Soal kalah menang itu nanti, tetapi berikan kesempatan untuk kami bertarung. Kenapa kami dipangkas di penghujung. Saya sangat sakit. Saya berharap petinggi Gerindra tolong buka hati, telinga dan mata untuk lihat ke depan. Jangan lihat kami sebagai beban, saya sangat tidak terima," tandasnya.

Kekecewaan yang sama juga diutarakan, Prof. Mia Patty Noach. Ia menyakini bahwa wakil perempuan bisa bersaing di pilkada Kota Kupang. "Saya Ketua Dewan Penasehat Gerindra NTT. Saya tidak terlibat komunikasi sehingga saya seperti orang luar yang melihat dan mendengar. Itulah kondisi politik kita," kata Mia Noach.

Bakal calon Walikota Kupang, Dr.Jefri Riwu Kore, Senin (19/9/2016) mengatakan, setelah menerima SK dari DPP Partai Gerindra, langkah selanjutnya melakukan sosialisasi dengan partai politik (parpol) koalisi.(yon/yel)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved