Oknum Polisi Tebas Tangan Kiri Calon Istrinya

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali dilakukan oknum anggota polisi. Kali ini pelakunya adalah Brada Oris Nomleni, anggota Pol air Polda

Oknum Polisi Tebas Tangan Kiri Calon Istrinya
ist
Korban Isna Ifo Manune saat tiba di IPJ RSU prof Dr W Z Johannes Kupang, Kamis (15/9/2016) malam. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali dilakukan oknum anggota polisi. Kali ini pelakunya adalah Brada Oris Nomleni, anggota Pol air Polda NTT.

Menggunakan benda tajam, pelaku bahkan menebas tangan kiri calon istrinya, Isna Ifo Manune, hingga putus.

Peristiwa penganiayaan terjadi di Dusun Laus, Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang, Kamis (15/9/2016) sekitar pukul 19.00 wita. Awalnya, korban Isna Ifo Manune sedang bersantai di rumah orang tuanya.

Tiba-tiba pelaku muncul dari belakang rumah dan langsung menganiaya menggunakan benda tajam.

Melihat pelaku mengayun benda tajam kearah tubuhnya, korban berusaha menagkis. Alhasil, tangan kiri Isna Ifo Manune putus terkena sabetan benda tajam yang diduga parang.

Usai melakukan hal itu, pelaku kemudian melarikan diri. Sementara korban bersimbah darah.

Oleh keluarga, korban lalu dilarikan ke IRD RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang. Mengetahui hal itu, Dirpolair Polda NTT, Kobes Pol Budi Santoso kemudian datang menjenguk korban di IRD RSU tersebut, Kamis (15/9/2016) malam.

"Kejadiannya cepat sekali. Pelaku datang tiba-tiba saja," kata Janu Manune, saudara korban saat ditemui di IPJ RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang.

Menurut Janu, beruntung teriakan keras korban mengagetkan ayahnya yang sedang berada di dalam rumah. Ayah korban keluar dan langsung mengejar pelaku tetapi tidak berhasil.

Dikatajan Janu, pelaku dan korban berencana menikah namun terganjal urusan adat. Pelaku dan korban juga sudah dikaruniai dua orang anak namun saat ini mereka hidup terpisah. Korban bekerja sebagai honorer pada Dinas Pertanian Kabupaten Kupang.

Beberapa saat dirawat di IRD RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang, korban kemudian dibawa kembali ke RS Bhayangkara Kupang untuk dirawat lebih lanjut di RSB tersebut. Pihak keluarga Nampak sedih melihat kondisi korban yang telah kehilangan tangan kirinya.

Sementara Dirpolair Polda NTT, Kobes Pol Budi Santoso kepada wartawan saat berada di IPJ RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang, mengatakan, belum diketahui pasti motif pelaku melakukan penganiayaan berat terhadap ibu dari dua orang anaknya tersebut.

"Kejadian naas ini berlangsung cepat dan tak disangka sangka oleh korban yang sedang bersantai di rumah orangtuanya. Saat itu sekitar pukul tujuh malam. Pelaku juga membacok bahu korban," kata Budi.

Dikatakan Budi, pelaku hingga kini masih dalam pengejaran dan pencarian polisi karena melarikan diri. Sejak empat tahun lalu, pelaku bertugas sebagai Polair Polda NTT.*

Penulis: maksi_marho
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved