"Roy Suryo, Keluar dari Ruang Sidang!"

Otto berseru setelah sebelumnya majelis hakim memutuskan agar analisa terhadap rekaman CCTV kafe Olivier tidak dilanjutkan oleh ahli digital forensik

Kompas.com/Andri Donal
Roy Suryo (tengah, menghadap ke depan) berdiri melihat ke arah dua ahli digital forensik yang sedang bersalaman, Muhammad Nuh dan Rismon Hasiholan Sianipar, dalam sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016), mendadak dihebohkan dengan seruan kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan.

Otto berseru setelah sebelumnya majelis hakim memutuskan agar analisa terhadap rekaman CCTV kafe Olivier tidak dilanjutkan oleh ahli digital forensik yang dihadirkan pihak Jessica.

"Roy, Anda kenapa nunjuk-nunjuk majelis hakim?" kata Otto, ke arah barisan tempat duduk paling depan ruang sidang.

Di sana, duduk Roy Suryo. Roy sebelumnya memang sudah ada di dalam ruang sidang sejak pukul 16.00 WIB.

Selama menonton persidangan, Roy terlihat berbincang dengan ahli digital forensik dari Puslabfor Polri, AKBP Muhammad Nuh. Mendengar seruan Otto, sontak penonton di dalam ruang sidang berteriak kepada Roy.

Politisi Partai Demokrat itu sempat berdiri sambil mengangkat kedua tangannya dan mengaku tidak menunjuk-nunjuk majelis hakim. Namun, suasana semakin tidak kondusif. Sejumlah penonton di barisan paling belakang semakin keras berteriak meminta Roy keluar ruang sidang.

"Roy Suryo, keluar dari ruang sidang! Keluar!" seru para penonton. Tak lama setelah itu, Roy langsung keluar dari ruang sidang.

Sidang kemudian diskors hingga pukul 19.00 WIB. Kedatangan AKBP Muhammad Nuh atas dasar permintaan kuasa hukum Jessica dalam rangka melihat rekaman CCTV kafe Olivier.

Rekaman asli hanya dimiliki oleh Nuh yang merupakan ahli dari jaksa penuntut umum. Jaksa penuntut umum keberatan jika flash disk berisi rekaman CCTV kafe Olivier dilihat melalui laptop milik ahli digital forensik yang dihadirkan pihak Jessica. Hal itu dikarenakan ada kemungkinan perubahan dari rekaman asli jika berpindah laptop.

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved