Ya Ampun! Mawar Ditelanjangi dan Nyaris Diperkosa Ayah Kandung

Nasib naas menimpah Mawar (bukan nama sebenarnya), gadis remaja berusia 17 tahun warga Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Ya Ampun! Mawar Ditelanjangi dan Nyaris Diperkosa Ayah Kandung
ist
ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Nasib naas menimpah Mawar (bukan nama sebenarnya), gadis remaja berusia 17 tahun warga Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Saat mengambil pakian seragam sekolah di lemari pakaian, di dalam kamar tidur orangtuanya, tiba-tiba ia dipeluk dan dibekap ayahnya lalu dibanting diatas ranjang tempat tidur.

Mawar sempat ditelanjangi dan nyaris diperkosa oleh ayah kandungnya.

Kapolsek Maulafa, Kompol Sriyati yang dikonfirmasi, Selasa (13/9/2016) siang, mengatakan, kasus tersebut sedang ditangani penyidik Polsek Maulafa.

Penyidik kepolisian sudah memeriksa saksi korban dan sedang mengumpulkan teterangan dari saksi-saksi lainnya.

Sesuai keterangan korban, kata Sriyati, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (29/8/2016) sekitar pukul 06.30 wita.

Awalnya, Mawar masuk ke kamar hendak mengambil pakaian seragam sekolah yang ada di dalam lemari pakian kamar tidur orang tuanya. Saat itu, ayah kandungnya berinisial AMM (Alfonsus Marselus Medah) masih tertidur di tempat tidur.

Mawar tidak menaruh curiga sama sekali. Apalagi yang sedang tidur adalah ayah kandungnya. Selain itu, selama ini pakaiannya memang ditaruh di lemari pakaian di kamar tidur orangtuanya. Tetapi yang terjadi, kata Sriyati, diluar dugaan Mawar.

"Saat hendak mengambil baju seragam dengan posisi berdiri membelakangi tempat tidur, tiba-tiba ayahnya bangun dan menyekap dari belakang serta membanting korban ke atas ranjang. Pelaku langsung mencekik leher korban dan mengancam untuk tidak berteriak," kata Sriyati.

Berdasarkan keterangan korban, kata Sriyati, dengan leluasa pelaku kemudian beraksi untuk menyalurkan nafsu bejatnya. Pelaku bahkan sampai melucuti pakaian putrinya dan nyaris memperkosa anak kandungnya itu. Beruntung Mawar sempat berteriak dengan suara keras, sehingga pelaku melepas korban.

Korban, kata Sriyati, kemudian menceritakan apa yang menimpa dirinya kepada kepada tantenya. Mendengar cerita tersebut, sang tante mendampingi Mawar datang ke Mapolsek Maulafa, Rabu (31/8/2016) dan melaporkan kejadian tersebut.

"Suda ada beberapa saksi yang kita panggil untuk memberikan keterangan. Setelah semua saksi diambil keterangan baru nanti pelakunya diperiksa," kata Sriyati.*

Penulis: maksi_marho
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved