Tiga Jenazah TKI Asal Desa Oesusu, Kabupaten Kupang Dipulangkan dari Malaysia

Tiga jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Sepriana Toto, Siprianus Tukan, dan Lody Asmanita Banamtuan, yang bekerja di Malaysia dipulangkan, Sabtu (1

Tiga Jenazah TKI Asal Desa Oesusu, Kabupaten Kupang Dipulangkan dari Malaysia
Pos Kupang/Sutterstock
SHUTTERSTOCK Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Tiga jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Sepriana Toto, Siprianus Tukan, dan Lody Asmanita Banamtuan, yang bekerja di Malaysia dipulangkan, Sabtu (10/9/2016).

Sepriana Toto dan Siprianus Tukan dipulangkan dengan maskapai Garuda GA 43 dan Lion Air, Sabtu siang, sedangkan jenazah Lody Asmanita Banamtuan dipulangkan Sabtu malam melalui Bandara El Tari Kupang.

Informasi yang dihimpun, sesuai data dirinya, Sepriana Toto dan Siprianus Banamtuan adalah warga asal Desa Oesusu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Sedangkan Siprianus Tukan, adalah warga asal Kabupaten Nagekeo.

Jenazah Sepriana Toto sudah tiba di Oesusu dan diterima oleh keluarganya, sedangkan Lody Asmanita Banamtuan, dengan alamat Takari, tetapi tidak diketahui alamat keluarganya. Sementara jenazah Siprianus Tukan baru akan diberangkatkan ke Nagakeo, Minggu (11/9/2016) melalui Ende.

Salah satu aktivis human trafficking, Sarah Lery Mboeik, yang dihubungi, Sabtu (10/9/2016), mengatakan, kedatangan jenazah Sepriana Toto diterima oleh Kepala Desa Oesusu di Bandara El Tari Kupang. Sementara jenazah Siprianus Banamtuan belum jelas informasi penyebab kematiannya.

Ia mengatakan, almarhum Sepriana Toto diberangkatkan ke Malaysia pada tanggal 13 Agustus 2016 untuk menjadi pembantu rumah tangga. Berdasarkan informasi yang didapatnya, Sepriana Toto, diberangkatkan ke Malaysia melalui PJTKI yang resmi yakani PT Citra. Sedangkan Siprianus Tukan asal Kabupaten Nagekeo, undokument.

Siprianus Tukan ditemukan meninggal di tempat tinggalnya. Namun, katanya, terlepas ia memiliki dokumen lengkap atau undokument, pihaknya akan tetap mendesak aparat kepolisian untuk mengusut kematian Sepriana Toto sampai tuntas.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang didapatnya, Sepriana Tato meninggal karena kejang-kejang. "Saya tidak mempersoalkan dokumennya tetapi, kalau memang dalam kondisi sakit, kenapa dipaksakan untuk dikirimkan ke Malaysia. Polisi harus segera mengusut tuntas kasus ini. Apalagi, almarhum baru pergi sebulan yang lalu," ujar Sarah.

Dikatakannya, ada pertanyaan yang mengganjal keluarga, karena di dalam peti jenazah, selain jenazah Sepriana Toto, juga ada sepatu booth warna kuning dan dan sebuah handphone. Ia mengatakan, selain Sepriana Toto, ada satu jenazah TKI juga yang dipulangkan dari Malaysia pada Sabtu malam melalui Bandara El Tari Kupang.

Ia mengatakan, di tahun 2016, sudah ada 32 TKI asal NTT yang dipulangkan sudah meninggal. Ia berharap, para pimpinan di daerah ini segera mengambil langkah-langkah konkrit agar bisa mengatasi persoalan TKI dan TKW. (nia)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved