KPK Panggil Surya Paloh dan Panda Nababan. Ada Apa?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Politisi

KPK Panggil Surya Paloh dan Panda Nababan. Ada Apa?
KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Surabaya, Minggu.(14/8/2016). 

POS KUPANG.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Politisi PDI Perjuangan Panda Nababan sebagai saksi dalam kasus dugaan pemberian hadiah atau janji dari Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho kepada tujuh anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019.

"Keduanya menjadi saksi meringankan atas permintaan tersangka BPN (Budiman Pardamean Nadapdap)," kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di gedung KPK Jakarta, Jumat.

Hingga pukul 11.00 WIB, Surya Paloh dan Panda Nababan belum tiba di gedung KPK.

"Posisi KPK memfasilitasi permintaan tersangka, jika saksi tidak hadir itu menjadi hak saksi," katanya.

Ia menambahkan dari kedua saksi KPK akan menggali informasi seputar perkara itu yang menguatkan keterangan tersangka.

Budiman saat ditahan pada 5 Agustus 2016 menyampaikan bahwa penerimaan uang tersebut terjadi secara sistemik.

"Yang mengatur siapa? Antara gubernur dan orang-orangnya dan Ketua DPRD dan orangnya, jadi harus semuanya sama, ini kan perpisahan akhir jabatan. Itu gubernur yang sebelumnya (Gatot Pujo Nugroho), tapi dosanya gubernur dosa wakil gubernur (Tengku Erry Nurhadi) juga," kata Budiman pada 5 Agustus 2016.

Menurut Budiman, ia sudah mengembalikan uang suap tersebut namun tidak menghitungnya.

"Sudah mengembalikan tapi saya tidak tahu (jumlahnya), penyidik tunjukkan ini ada tanda terimanya, saya jawab oh ini pernah, saya tidak tanya lagi," tambah Budiman.

Menurut Budiman, uang itu terkait dengan pencalonannya sebagai anggota legislatif pada 2014.

Halaman
12
Editor: Putra
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved