Dalam 5 Tahun, Sepertiga Mal di China Diprediksi Tutup

Laporan itu mengatakan, pusat-pusat perbelanjaan di banyak kota di China mulai kehilangan pelanggan karena tak memiliki daya kompetitif.

Dalam 5 Tahun, Sepertiga Mal di China Diprediksi Tutup
Wikipedia
Pusat perbelanjaan Cloud Nine di kota Shanghai, China. 

POS KUPANG.COM, BEIJING -- Sebuah laporan yang dirilis Akademi Ilmu-ilmu Sosial China menyerbut sepertiga pusat perbelanjaan di China akan berhenti beroperasi pada 2020.

Laporan itu mengatakan, pusat-pusat perbelanjaan di banyak kota di China mulai kehilangan pelanggan karena tak memiliki daya kompetitif.

Hal itu sudah menjadi kenyataan ketika akhir bulan lalu sejumlah pusat perbelanjaan besar di Qingdao, provinsi Shandong dan di kota Dalian, provinsi Liaoning, ditutup.

Laporan itu menambahkan, sepertiga mal itu nantinya akan berubah menjadi toko ritel, yang menekankan pada pengalaman pelanggan. Sisanya akan beralih menjadi toko-toko online.

Hong Tao, direktur institut riset ekonomi komersial di Universitas Teknologi dan Bisnis Beijing, mengatakan, tutupnya pusat-pusat perbelanjaan itu merupakan bagian dari restrukturisasi ekonomi, terutama akibat menjamurnya toko-toko online.

Penelitian yang dilakuan Hong menunjukkan sebanyak 138 toko serba ada, 262 supermarket dan 6.209 toko olahraga tutup pada 2012-2015.

Penyebab lain adalah terlalu banyaknya pusat-pusat perbelanjaan yang sebelumnya dibangun pemerintah-pemerintah daerah di China.

Saat ini, China memiliki lebih dari 4.000 pusat perbelanjaan, tiga kali lebih banyak dari jumlah pusat perbelanjaan di Amerika Serikat.

Dikabarkan, sebanyak 7.000 lagi pusat perbelanjaan akan dibuka pada 2025 sehingga jumlah seluruhnya akan menjadi 10.000 pusat perbelanjaan.

Di antara 20 perbelanjaan terbesar di dunia, 13 di antaranya berada di China. Di kota Chengdu saja, di wilayah barat daya China, pusat perbelanjaan yang dibangun mencapai luas 3,2 juta meter persegi.

Data menunjukkan, ruang pusat perbelanjaan per kapita di kota-kota kedua dan ketiga China adalah dua meter persegi untuk setiap orang.

Angka ini lebih besar dibanding Hongkong yang hanya 1,5 meter persegi, serta satu meter persegi per orang di Jepang dan Korea Selatan. (ECNS/Kompas.com)

Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved