Warga Nampong Klarifikasi Lingko Betong

Pemerintah Manggarai saat ini sedang mengumpulkan semua informasi dari pihak yang terkait mengenai pemilikan ulayat Betong

Warga Nampong Klarifikasi Lingko Betong
Pos Kupang/Egy Moa
Kantor Bupati Manggarai 

Laporan wartawan Pos Kupang, Eugenius Moa

POSKUPANG.COM,RUTENG---Utusan komunitas rumah adat (gendang) Nampong, di Desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Selasa pagi (06/9/2016) memenuhi permintaan Pemkab Manggarai untuk dimintai keterangannya mengenai status tanah ulayat (lingko) Betong.

Klarifikasi di kantor bupati dipimpin Asisten Pemerintahan Setda Manggarai, Marthen Jekau, Kepala Kesbangpol, Mahu Aleksius, dan Kasatpol PP, Venansius Burhan.

Pemerintah Manggarai saat ini sedang mengumpulkan semua informasi dari pihak yang terkait mengenai pemilikan ulayat Betong berupaya menyelesaikan secara damai.

Penyelesaian oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya yang diatur regulasi. Bilamana kedua pihak tak bersepakat, maka disilahkan menempuh proses hukum di pengadilan
negeri.

Lokasi Betong yang kini ditanami cengkeh dan mahoni oleh warga Nggorong disengketakan oleh komunitas Nderu dengan Nggorong sebagai miliknya.

Saling klaim lahan itu memunculkan pertikaian yang nyaris
memakan korban nyawa ketika warga Nderu 'menyerbu' Kampung Nggorong, Senin (15/8/2106) pukul 06.00 Wita.

Warga Nampong, merupakan elemen yang tidak bisa dipisahkan dari ulayat Betong yang disengketakan. *

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved