Polda NTT Periksa Kadis Kependukan Terkait Kasus TKW di Kabupaten Kupang

"Kami tidak menemukan data dalam dokumen kependudukan atas nama Yufrida Selan

Polda NTT Periksa Kadis Kependukan Terkait  Kasus TKW di Kabupaten Kupang
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Komisi V DPRD NTT dengan sejumlah elemen mahasiswa di ruang rapat Komisi V DPRD NTT, Selasa (19/7/2016), berdialog tentang kematian TKI asal NTT Yufrinda Selan.. 

POS KUPANG.COM - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kupang Daniel Takai diperiksa aparat penyidik Polda Nusa Tenggara Timur terkait dengan keabsahaan dokumen yang dimiliki TKW Yufrida Selan yang meninggal dunia di Malaysia beberapa waktu lalu.

Daniel Takai ketika dihubungi Antara di Oelamasi, pusat pemerintahan Kabupaten Kupang, sekitar 38 km timur Kupang, Selasa, membenarkannya dan mengatakan pemeriksaan tersebut terkait dengan kartu identitas diri yang dimiliki korban Yufrida Selan.

Ia menjelaskan bedasarkan data Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dikeluarkan Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Kupang, TKW yang meninggal dunia di Malaysia itu bernama Melinda Sapay, penduduk Desa Tuasene, RT.007/RW.005, Kecamatan Camplong, Kabupaten Kupang.

"Kami tidak menemukan data dalam dokumen kependudukan atas nama Yufrida Selan," ujarnya.

Berdasarkan penelusuran data kependudukan yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang, Yufrida Selan, merupakan penduduk Desa Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

"Dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), kami akhirnya berhasil menelusuri jejak data yang dimiliki Yufrida Selan," ujarnya.
Dikatakanya, dokumen yang dimiliki Yufrida Selan merupakan dokumen yang dipalsukan yang dilakukan jaringan perdagangan orang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kartu penduduk yang dimiliki korban merupakan jenis kartu penduduk yang sudah tidak berlaku lagi sejak tahun 2012. Kita tidak tahu dari mana pelaku mendapatkan dokumen KTP yang sudah tidak berlaku itu," kata Daniel Takai. *)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved