Mengagungkan Toleransi di Bumi Alor Ditunjukkan Lewat Tari Lego-lego

Belasan perempuan dewasa di Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, bergerak searah jarum jam dalam barisan lingkaran.

Mengagungkan Toleransi di Bumi Alor Ditunjukkan Lewat Tari Lego-lego
ARSIP KOMPAS TV
ARSIP KOMPAS TV Tari Lego, tarian khas suku Abuy, Desa Takpala, Alor 

POS KUPANG.COM--Belasan perempuan dewasa di Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, bergerak searah jarum jam dalam barisan lingkaran. Mereka saling merekatkan diri satu sama lain dengan mengaitkan jari kelingking.

Pada Rabu (24/8/2016) petang lalu, belasan perempuan itu menari lego-lego. Tarian itu untuk menyambut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto serta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang hadir di daerah perbatasan itu.

Tarian tersebut tak hanya sekadar tradisi untuk penyambutan tamu kehormatan, tetapi juga menjadi simbol persatuan warga Alor yang sudah dibangun sejak sekitar tiga abad lalu.

Salah satu tetua adat Taruamang Alor, Golliet Sirituka, menuturkan, toleransi sangat dijunjung tinggi dalam kehidupan beragama di Alor.

Ia mencontohkan, pembangunan gereja dilakukan oleh penduduk Muslim, sedangkan masjid pun dibangun oleh penduduk Nasrani.

"Panitia perayaan Idul Fitri juga diurus oleh penduduk beragama Nasrani. Lalu ketika Natal tiba, penduduk Muslim mengurus persiapan perayaan Natal. Silaturahim kami tidak mengenal perbedaan agama," ujar Golliet.

Golliet mengisahkan, Islam datang di Alor sekitar akhir abad ke-18. Islam dibawa oleh para pedagang dari Ternate, Maluku Utara.

Komunitas Islam pertama di Alor mendiami Pantai Makassar yang berada di Kecamatan Alor Kecil.

Sementara itu, berdasarkan data sejarah yang tertulis di laman resmi Pemerintah Kabupaten Alor, agama Nasrani hadir pada 1908 yang dibawa oleh seorang pendeta Jerman bernama DS William Bach.

Pembaptisan pertama rakyat Alor dilakukan di wilayah Dulolong. Kala itu, dua tetua Alor, yaitu Lambertus Moata dan Umar Watang Nampira, hadir dalam pembaptisan itu.

Halaman
123
Editor: Ferry Jahang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved