Dianggap Bodoh, Luhut Marah-marah di DPR
Kemarahan Luhut saat Mulyadi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI meminta kepastian data untuk penggunaan Energi Baru Terbarukan pada pembangkit listrik. Men
POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Ada hal yang mengejutkan saat rapat kerja di Komisi VII DPR RI. Pasalnya, pelaksana tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Plt Menteri ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan mengamuk.
Kemarahan Luhut saat Mulyadi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI meminta kepastian data untuk penggunaan Energi Baru Terbarukan pada pembangkit listrik. Menurut Mulyadi kajian yang diberikan Luhut dan Kementerian ESDM belum lengkap.
"Pemerintah harus punya visi misi sesuai dengan diharapkan," ujar Mulyadi di ruang rapat komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (6/9/2016).
Mulyadi juga menyinggung terkait izin pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang belum jelas. Dalam hal ini pemerintah dinilai tidak mengerti prosedur izin pembangunan proyek.
"Kenapa nggak diterapkan aturan-aturan tertentu. Pemerintah nggak pernah intervensi menurut saya sampai kesepakatan jual beli tenaga listrik (PPA). Saya di lapangan sering ngurusin PPA," kata Mulyadi.
Mendengar pernyataan Mulyadi, Luhut pun langsung memberi komentar tanpa meminta izin interupsi kepada Ketua Komisi VII DPR RI. Luhut yang mengenakan kemeja putih dan celana berwarna cokelat muda mulai menaikkan volume suaranya.
"Kalau bapak anggap kami tidak mau melakukan, saya enggak bisa terima," ujar Luhut yang membuat perhatian orang-orang di ruangan melihat ke arahnya.
Luhut yang pada awalnya terlihat mengantuk, raut wajahnya mulai berubah. Tanpa ada yang berani memberikan interupsi, Luhut kembali memberikan pendapatnya terkait pernyataan Mulyadi.
"Saya sudah lakukan yang bapak katakan dan saya alami juga," tegas Luhut.
Luhut pun mengaku emosi karena pertanyaan dari Mulyadi dianggap memojokkan. Alasan lain Luhut marah, masalah PLTMH sudah pernah dibahas dan dikerjakan oleh pemerintah sebelumnya.
"Sudah pernah dipaparkan, jangan pikir mengorek ke mana-mana yang tidak jelas," kata Luhut.
Luhut juga mengaku tidak senang jika Kementerian ESDM dianggap bodoh oleh DPR Komisi VII. Menurut Luhut semua staffdan bawahannya telah bekerja keras memperbaiki sektor energi menjadi lebih baik.
"Saya mohon maaf pak kalau bapak bilang kami tidak kerja keras, kami tak mau. Staf kami bukan orang bodoh semua," ungkap Luhut.
Untuk mendinginkan suasana akibat Luhut marah-marah, Komisi VII DPR RI sepakat untuk melakukan skors selama setengah jam.(Adiatmaputra Fajar Pratama/Tribunnews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/luhut_20160816_155225.jpg)