Selasa, 28 April 2026

Maria M. Pereira Olivieira Banggakan Orangtua

Mengenakan selendang khas Kabupaten Belu, dililit simpul kain kuning, dua gelang tiruan gading masing-masing pada tangan kiri dan kanan, serta memakai

Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/APSON BENU
Bripda Maria M. Pereira Olivieira 

POS KUPANG.COM -- Mengenakan selendang khas Kabupaten Belu, dililit simpul kain kuning, dua gelang tiruan gading masing-masing pada tangan kiri dan kanan, serta memakai mahkota perak di kepala membuat Bripda Maria M. Pereira Olivieira tampil sangat anggun saat melenggokan badan ketika menampilkan tarian likurai bersama 10 rekannya pada acara penutupan Dirgahayu ke-68 Polisi Wanita (Polwan) di Aula Mapolres TTU, Kamis (1/9/2016).

Maria, begitu akrab disapa merupakan salah satu dari 30 anggota Polwan di Mapolres TTU yang terpilih untuk menampilkan tarian likurai.

Tampil mempesona. Pentasan gerakan menjinjit kaki dan melangkah maju mengiringi derap langkah masuk ruangan yang diikuti Kapolres TTU, AKBP Roby M. Samban, S.Ik bersama istri menuju tempat duduk, berjalan baik dan teratur.

Wanita kelahiran, Ermera, 6 Ferbuari 1996 itu saat menari tak luput dari senyuman khas sosok seorang polwan yang ramah dan bersahabat dengan siapa saja. Sesekali kedua tangan dilambai membentuk rentangkan tangan ibarat tengah menertibkan lalu lintas di tengah padat arus lalu lintas, dilakoni dengan baik. Tempat sirih yang digendong di sisi kiri dan kanan pinggul

aman sampai selesai hingga diberi aplaus meriah sejumlah polisi dan para ibu Bhayangkari.
Dibalik keuletan dan kelihaiannya dalam menari, puteri dari pasangan Jeka Pereira dan Sonya S. Pereira, itu ternyata menyimpan suatu niat mulia demi menjunjung tinggi harkat dan martabat sebagai seorang Polwan di mata masyarakat. Salah satu impian yang terus dibawa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari yakni membanggakan kedua orangtua, keluarga, sesama dan pimpinan.

Alumna SMAN 2 Atambua lulusan tahun 2014, itu merupakan salah satu anggota sie Propam Polres TTU. Dibawah koordinator Kasie Propam Bripka Yohanes Jefri Ledev, keseharianya di kantor selalu mengurus segala administrasi laporan polisi berkaitan adanya pengaduan oleh para ibu Bhayangkari atau para istri-istri polisi maupun dari masyarakat mengenai kelakuan anggota yang tidak baik untuk kemudian diajukan kepada pimpinan setempat.

Lulusan Polwan tahun 2014 dan ditempatkan pertama kali di Polres TTU, Februari 2015, anak pertama dari enam bersudara ini sangat mengidamkan terciptanya kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Harus profesional dan siap bertanggungjawab dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat melalui hal-hal sederhana.

"Kami sebagai Polwan harus menunjukkan hal-hal yang postif seperti bersikap ramah dan sopan di media sosialisasi maupun di masyarakat umum. Contohnya, seperti tingkatkan budaya antri. Itu, sebagai cermin mengutamakan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan pribadi,"ujar alumna SMPN 1 Atambua 2011 itu.

Alumna SD Inpres Tenu Bo, Atambua tahun 2005, itu mengaku termotivasi menjadi Polwan sejak duduk di bangku kelas VI sekolah dasar (SD), dimana saat pulang sekolah sempat disebrangi oleh seorang Polwan.

"Ternyata jadi polwan itu kita bisa membantu masyarakat seperti membantu menyebrangkan warga yang hendak menyebrang jalan,"ungkap wanita berambut pendek itu.
Wanita berkulit sawo matang ini mempunyai impian lain sebagai Polwan, dimana bisa menjadi panutan dan lebih mendekatkan kepercayaan yang optimal kepada masyarakat.

"Pelayanan Polri kepada masyarakat kiranya semakin ditingkatkan dan semoga polwan di seluruh Indonesia semakin kompak," katanya. (apson benu)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved