Dies Natalis ke-54 Undana , Benu: Indonesia Negara Demokrasi Cacat

Rektor Undana, Prof Ir Fredik L Benu, M.Si, Ph.D mengangkat tema "Membangun Demokrasi Berkarakter Indonesia" dalam pidatonya pada Dies natalis Undana

Dies Natalis ke-54 Undana , Benu: Indonesia Negara Demokrasi Cacat
istimewa
Prof. Fred Benu, Rektor Undana Kupang 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Rektor Undana, Prof Ir Fredik L Benu, M.Si, Ph.D mengangkat tema "Membangun Demokrasi Berkarakter Indonesia" dalam pidatonya pada Dies natalis Undana ke-54 dan wisuda magister, profesi dan sarjana di kampus Undana, Kamis (1/9/2016).

Menurut Benu, Indonesia dikategorikan sebagai Negara "Demokrasi Cacat" (flowed democracy).

"Dalam Indeks Demokrasi Global (2015), Indonesia menempati peringkat 49 dari 185 negara dengan indeks total 7,03 dan dikategorikan sebagai Negara 'demokrasi cacat' (flowed democracy). Laporan indeks demokrasi ini diterbitkan dalam bingkai democracy in an age of anxiety, karena hanya 20 negara di dunia yang benar-benar demokrasi, 59 negara dikategorikan cacat (termasuk Indonesia) dan selebihnya disebut sebagai Negara berlabel demokrasi tetapi praktek otoriter masih berlangsung," kata Fred Benu dalam pidatonya.

Acara ini dihadiri Wakil Gubernur NTT, Beny A Litelnoni, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Merry Kolimon serta para undangan dan orang tua wisudawan.

Fred Benu juga mengatakan, kemajuan Undana pada hakekatnya dideterminasi pula oleh peningkatan kualitas dosen. Dosen Undana saat ini berjumlah 873 orang dengan kualifikasi doktor 164 orang dan 151 dosen lainnya sedang dalam pendidikan doktor. Diperkirakan tahun 2020, setengah dari dosen Undana berkualifikasi doktor.

Menyangkut jumlah lulusan, Fred Benu mengatakan, sampai dengan saat ini, Undana telah menghasilkan 55.223 lulusan yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni, dalam sambutannya, mengajak para wisudawan untuk tidak berorientasi menjadi ASN/PNS.

Sarjana, katanya, harus menggunakan ilmu dan pengetahuan (iptek) yang dimiliki untuk menciptakan pekerjaan sendiri dan berupaya mensejahterakan keluarga dan masyarakat.

Litelnoni juga mengapresiasi Program Pendidikan Diluar Domisili (PDD) di Kabupaten Ngada dan Sumba Barat Daya yang dilakukan Undana.

"Terima kasih kepada civitas akaedmika Undana yang telah berkontribusi dan berkiprah mengisi pembangunan NTT, bangsa dan negara," kata Litelnoni. (mar)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved