Jalan Rusak Warga Rendang Pikul Hasil Komoditi
Akibat tak adanya akses jalan menuju kampung itu, warga terpaksa memikul hasil komoditi dari kampung itu dengan berjalan kaki sejauh empat kilometer.
POS KUPANG.COM, BORONG - Sudah ratusan tahun warga Kampung Rendang, Desa Compang Kantar, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), tidak memiliki akses jalan yang baik. Untuk bisa akses ke Kampung Rendang, warga setempat secara swadaya menggali jalan sepanjang kurang lebih empat kilometer (Km) dari kampung itu menuju Kampung Jengok, Desa Bangka Kantar, belasan tahun lalu.
Warga setempat, Wilikior Djeharum, Vinsensius Pedor, dan Pius Habut, menyampaikan hal itu ketika ditemui Pos Kupang di Borong, Rabu (31/8/2016).
Wilikior Djeharum mengatakan, jalan yang dibuka secara swadaya itu kini tak bisa dilalui kendaraan lagi. Sebab, kondisi jalan tanah itu kini rusak berat.
"Sekarang boleh dibilang bukan jalan kendaraan lagi tetapi jalan setapak karena jalan itu sudah rusak berat. Kendaraan roda dua juga masuk setengah mati saat musim kering. Jalan itu kami kerja secara swadaya. Tidak ada bantuan dari pihak manapun baik dari pemerintah desa, Pemkab Matim maupun pihak lainnya," kata Djeharum.
Dikatakannya, akibat tak adanya akses jalan menuju kampung itu, warga terpaksa memikul hasil komoditi dari kampung itu dengan berjalan kaki sejauh empat kilometer sampai Jengok. Selanjutnya menggunakan jasa ojek atau angkutan umum ke Borong untuk menjual hasil komoditinya.
"Kami terpaksa pikul saja pak. Kalau mau mengharapkan kendaraan dari mana. Tapi penghasilan kami warga Rendang dari semua tanaman komoditi, ada kakao, kemiri, cengkeh, kopi dan padi sawah," kata Djeharum. (rob)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jalan-rusak_20160708_153406.jpg)