Criket Formasi Latihan Kompetisi

Atlet criket terus mengasah kemampuan melalui formasi latihan seperti situasi yang sedang berlangsung di arena PON.

Criket Formasi Latihan Kompetisi
Ferry Ndoen
atlet criket NTT saat latihan alam program pelatda NTT mempersiapkan diri ke POn XIX/2016 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG - Tiga minggu menjelang keberangkatan menuju ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat, atlet cabang olahraga (cabor) criket NTT terus mengasah kemampuannya.

Dan saat ini atlet criket NTT telah masuk pada program dengan pola latihan sesuai dengan formasi seperti situasi kompetisi yang berlangsung di arena PON.

Dua pelatih atlet criket NTT, Dessy Pello, MPd dan Erik Lay Lena, S.Sos menjelaskan soal program latihan atlet criket NTT saat ditemui Pos Kupang, di Kupang, Selasa (30/8/2016) sore.

"Atlet criket saat ini sedang latihan intensif dengan menjalani program pemusatan latihan daerah (pelatda) NTT menuju PON XIX tahun 2016. Atlet criket terus mengasah kemampuan melalui formasi latihan seperti situasi yang sedang berlangsung di arena PON. Dari sisi tehnik dan kemampuan atlet sudah jauh
lebih baik saat ini," aku Dessy

Sus Dessy Pello mengaku dalam PON XIX/2016 di Provinsi Jabar tanggal 17-29 September 2016 mendatang, 14 atlet criket NTT alam turun bertanding di nomor (kategori) super eight (S.8) dengan jumlah pemain delapan orang. Sedangkan kategori kedua, yakni twenty-twenty (T.20'S) dengan jumlah pemain 11 orang pemain.

"Metode latihan yang kontinyu dan sistematis selama musim pemusatan latihan daerah (pelatda) TC sentralisasi membuat performance atlet criket NTT terus berkebang dan berubah jauh lebih baik," jelas Dessy.

Tentang target yang akan diraih dengan motode dan program latihan yang sudah dijalani atlet criket NTT selama msuim pelatda, Dessy mengatakan, cabor criket NTT di Pon XIX/2016 tetap memasang target medali perunggu.

"Kita tetap memasang target medali perunggu seperti perolehan medali yang pernah diraih di Prakulifikasi PON di Jabar akhir tahun 2015 lalu," pungkasnya. (fen)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved