Rumah Gatot Brajamusti Mendadak Sunyi

Menurut seorang warga yang tinggal dekat rumah tersebut, situasi dalam dua hari ini berbeda dengan keadaan biasanya.

Editor: Agustinus Sape
(ANTARA FOTO/Teresia May)
Aa Gatot Brajamusti 

POS KUPANG. COM, JAKARTA - Kediaman pribadi Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Gatot Brajamusti mendadak sunyi. Pagar rumah di Jalan Niaga Hijau X nomor X/6, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, itu tampak terkunci. Mobil Landrover krem dengan kaca belakang berstiker merah "BRAJAMUSTI" tampak berada di depan rumah Gatot.

Menurut seorang warga yang tinggal dekat rumah tersebut, situasi dalam dua hari ini berbeda dengan keadaan biasanya. "Biasanya ada saja orang yang datang ke rumah itu," kata perempuan yang tinggal di kawasan perumahan elite tersebut.

Ibu rumah tangga yang telah menetap sekitar lima tahun ini menyebut, aktivitas di rumah Gatot kerap dihadiri para pesohor Tanah Air. "Kadang ramai orang datang sore, kadang malam," ujarnya tanpa mengetahui kegiatan di kediaman Gatot tersebut.

Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Polri menyatakan hasil tes urine Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti dan istrinya, Dewi Aminah (DA), positif menggunakan narkoba jenis sabu.

"Hasil tes laboratorium terhadap GB dan DA positif narkoba," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin (29/8) malam.

Penyidik kepolisian terus menyelidiki kasus narkoba yang menjerat selebriti sekaligus Ketua Umum Parfi tersebut. Boy menduga Gatot kerap menggunakan narkoba jenis sabu bersama istrinya. Saat ini, polisi masih mengembangkan pemasok barang tersebut. "Berdasarkan informasi masyarakat, tersangka sering pesta sabu," kata Boy.

Untuk diketahui, Gatot dan Aminah ditangkap di sebuah hotel di Kota Matara, Nusa Tenggara Barat, Minggu (28/8) lalu. Dari Gatot dan istrinya, polisi menyita sejumlah barang terkait narkoba.

Penangkapan tersebut dikembangkan dengan penggeledahan di rumah Gatot di Jalan Niaga Hijau, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin pagi. Di rumah itu, ditemukan 30 jarum suntik, 9 bong, 7 cangklong, dan 39 korek. Polisi juga menemukan beberapa pistol dan ratusan amunisi serta sebilah sangkur.

Polisi pun menemukan satu ekor harimau sumatera yang telah disiram air keras dan satu ekor burung elang jawa

Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung membenarkan ada penggeledahan yang pihaknya lakukan pada Senin (29/8) dini hari. "Ada info dari Reskrim kalau di rumah yang bersangkutan (Gatot) terdapat barang yang diduga narkoba. Lalu kami datangi," kata Vivick.

Saat bawahannya mendatangi rumah sewaan Ketum Parfi itu, Vivick menceritakan telah ada beberapa aparat dari Resmob Polda Metro Jaya yang telah melakukan penggeledahan terlebih dahulu. Namun, barang hasil geledah diserahkan pihak Polda ke Polres Jakarta Selatan.

Saat penggeledahan berlangsung, Vivick menyebut beberapa anggota keluarga Gatot masih ada di dalam rumah. "Ada keponakannya, pembantu, dan sekuritinya," sebutnya.

Setelah membawa barang yang diduga krital sabu ke Mapolres Jakarta Selatan, pihak Satres Narkoba melakukan beberapa tes di laboratorium. "Yang kami duga sabu, malah negatif," imbuhnya.

Sedangkan beberapa obat-obatan lain berbentuk pil yang juga didapat dari penggeledahan, masih dilakukan uji lanjutan. "Belum bisa dipastikan pil itu ekstasi atau apa," jelasnya.

Meski demikian, Vivick menyebut ada barang-barang yang biasa dipakai pengguna narkoba di rumah Gatot. Semisal bong, alumunium foil, timbangan elektronik, dan korek gas elektrik ukuran besar.

Selain obat-obatan dan barang lainnya, ditemukan pula dua pucuk pistol dan 500 butir peluru. Senjata itu telah diserahkan ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa keabsahan kepemilikannya. (tribunnews/val)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved